BERITA TERKINI
Permata Bank Syariah Dorong Perluasan Layanan pada 2026 di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Permata Bank Syariah Dorong Perluasan Layanan pada 2026 di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah di Indonesia kian menguat dari sekadar alternatif menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Perkembangan ini didorong meningkatnya perhatian masyarakat terhadap produk keuangan yang dinilai tidak hanya menawarkan keuntungan, tetapi juga menekankan transparansi dan keberlanjutan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 mencatat aset perbankan syariah mencapai Rp1.028,18 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,34% secara tahunan dan disebut menjadi rekor tertinggi dalam sejarah industri perbankan syariah di Indonesia.

Di tingkat global, posisi Indonesia juga disebut semakin diperhitungkan setelah menempati peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator 2024–2025. Peringkat ini naik dibanding posisi sebelumnya di peringkat ke-11, yang mencerminkan penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Tren pertumbuhan juga terlihat pada total aset keuangan syariah nasional dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, total aset keuangan syariah meningkat dari Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi Rp7.250 triliun pada 2022, lalu Rp8.420 triliun pada 2023, Rp9.315 triliun pada 2024, dan mencapai Rp10.257 triliun pada 2025.

Di tengah dinamika tersebut, Permata Bank Syariah menyatakan mengusung semangat “Syariah untuk Semua” sebagai arah pengembangan layanan. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah agar lebih inklusif, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dalam strategi tersebut, bank menekankan sejumlah prinsip yang menjadi dasar layanan. Pertama, transparansi transaksi, termasuk kejelasan akad dan skema bagi hasil sejak awal. Kedua, penerapan sistem bagi hasil yang diposisikan untuk menciptakan hubungan yang adil antara bank dan nasabah sesuai kesepakatan akad. Ketiga, pengelolaan dana dengan prinsip kehati-hatian dan etika investasi untuk mendukung keberlanjutan finansial. Keempat, penguatan relevansi layanan melalui fitur digital yang memudahkan transaksi harian, termasuk akses lewat aplikasi mobile.

Permata Bank Syariah juga memposisikan diri sebagai mitra finansial bagi masyarakat dalam berbagai fase perencanaan keuangan. Pendekatan inklusif disebut diarahkan agar layanan dapat menjangkau beragam segmen, sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai kebutuhan.

Bagi masyarakat yang ingin memulai menggunakan layanan keuangan syariah, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan. Di antaranya melakukan riset produk yang sesuai—seperti tabungan, deposito, atau pembiayaan—mempelajari akad yang digunakan, menyiapkan dokumen identitas untuk pembukaan rekening secara digital atau melalui kantor cabang, mengaktifkan layanan perbankan digital agar transaksi dapat dipantau real time, serta membiasakan menyisihkan dana secara rutin sesuai rencana anggaran bulanan.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi syariah dinilai tidak hanya bergantung pada besaran aset, tetapi juga pada inovasi produk dan perluasan edukasi kepada masyarakat. Permata Bank Syariah menyatakan komitmen untuk terus berinovasi agar layanan tetap relevan dengan perkembangan zaman dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Catatan: Data dalam artikel ini merujuk pada laporan OJK dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga 2025. Angka dan statistik dapat berubah mengikuti pembaruan data industri. Keputusan penggunaan produk perbankan menjadi tanggung jawab nasabah; pastikan membaca syarat dan ketentuan setiap produk sebelum bertransaksi.