BERITA TERKINI
PLN UID S2JB dan Kadin Sumsel Bahas Dukungan Kelistrikan untuk Pengembangan KEK Tanjung Carat

PLN UID S2JB dan Kadin Sumsel Bahas Dukungan Kelistrikan untuk Pengembangan KEK Tanjung Carat

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memperkuat sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan melalui audiensi yang digelar di PLN UID S2JB, Palembang. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat konektivitas antara sektor ketenagalistrikan dan pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua Umum Kadin Sumsel Affandi Udji beserta jajaran pengurus, serta manajemen PLN UID S2JB. Salah satu bahasan utama adalah rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Carat yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Selatan.

Affandi menyampaikan Kadin Sumsel mendorong percepatan pembangunan KEK Tanjung Carat sebagai penggerak investasi dan aktivitas industri di wilayah itu. Ia juga menyoroti kesiapan organisasi yang memiliki jaringan di 17 kabupaten/kota dengan sekitar 53.000 anggota untuk berperan aktif menggerakkan potensi dunia usaha daerah.

“Pengembangan KEK Tanjung Carat menjadi salah satu target penting bagi Kadin Sumsel. Dengan jaringan pelaku usaha yang luas, kami berharap kolaborasi dengan PLN dapat mendukung kesiapan infrastruktur energi sehingga mampu menarik investor dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Affandi.

Ketua Kadin Kota Palembang Akbar Alfaro menilai konektivitas antara Kadin dan PLN membuka peluang kolaborasi yang lebih kuat. Menurutnya, pelaku usaha yang membutuhkan energi dapat memperoleh dukungan kelistrikan sehingga kegiatan usaha berjalan lebih optimal.

“Konektivitas ini membuka peluang kolaborasi yang luas. Dengan komunikasi yang terjalin baik antara Kadin dan PLN, berbagai potensi pelaku usaha dapat dikembangkan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan energi,” ungkap Akbar.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB Adhi menyatakan sistem kelistrikan di Sumatera Selatan saat ini memiliki cadangan daya yang dinilai cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan investasi, termasuk kawasan industri dan KEK. Ia menambahkan, keberadaan KEK dapat menjadi jaminan bagi investor karena ditopang ketersediaan pasokan listrik yang andal.

“Cadangan listrik di Sumatera Selatan saat ini cukup besar sehingga sangat siap mendukung kebutuhan investasi, termasuk di kawasan KEK. Prinsipnya, PLN siap menyediakan pasokan listrik sesuai kebutuhan investor dan pelaku usaha,” jelas Adhi.

Adhi juga menegaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN dilakukan melalui perencanaan dan kepastian kebutuhan pelanggan, termasuk melalui kerja sama atau kesepakatan dengan pihak yang akan menjadi pengguna listrik.

Melalui pertemuan ini, PLN dan Kadin Sumsel sepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat konektivitas sektor usaha, serta mendukung pembangunan ekonomi di Sumatera Selatan.