Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (19/2). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin melakukan penandatanganan kerja tarif dagang Indonesia–AS dan menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP).
Prabowo menilai kesepakatan yang diteken memiliki arti strategis bagi dunia usaha dan investor di kedua negara, termasuk bagi kawasan Pasifik secara lebih luas. Ia menyebut kesepakatan itu menjadi sinyal bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan serta memperdalam kerja sama ekonomi.
“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan dan memperdalam kerja sama ekonomi, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya kepastian bagi kalangan bisnis. Dengan latar belakang sebagai pengusaha sebelum terjun ke politik, ia mengaku memahami kebutuhan dan kekhawatiran para pelaku usaha. Menurutnya, Indonesia mencari mitra jangka panjang yang serius untuk bekerja sama menumbuhkan ekonomi dan meraih keuntungan bersama.
“Kami mencari mitra jangka panjang yang serius; mitra yang mau bekerja sama dengan kami, menumbuhkan ekonomi bersama-sama, dan meraup keuntungan satu sama lain, serta memberikan manfaat timbal balik,” lanjutnya.
Sebagai Presiden, Prabowo menegaskan tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kedaulatan negara, memastikan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), serta menjaga stabilitas dan perdamaian.

