BERITA TERKINI
Prajogo Pangestu Masuk 100 Orang Terkaya Dunia 2026 Versi Forbes, Kekayaan Tercatat USD 28,6 Miliar

Prajogo Pangestu Masuk 100 Orang Terkaya Dunia 2026 Versi Forbes, Kekayaan Tercatat USD 28,6 Miliar

Jumlah miliarder dunia pada 2026 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Forbes mencatat ada 3.428 pengusaha, investor, dan ahli waris yang masuk daftar miliarder dunia pada 2026, atau lebih banyak 400 orang dibandingkan 2025.

Dalam laporan yang dikutip Selasa (10/3/2026), Forbes menyebut peningkatan tersebut terjadi seiring ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pasar yang sedang booming, serta kebijakan fiskal yang menguntungkan. Total kekayaan para miliarder juga mencapai rekor baru, yakni USD 20,1 triliun atau sekitar Rp 338.966 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.860 per dolar AS). Angka ini naik USD 4 triliun atau sekitar Rp 67.456 triliun dari tahun lalu.

Berdasarkan negara, Amerika Serikat menjadi rumah bagi jumlah miliarder terbanyak dengan rekor 989 orang, termasuk 15 dari 20 orang terkaya teratas. China, termasuk Hong Kong, berada di posisi berikutnya dengan 610 miliarder. India menempati urutan ketiga dengan 229 miliarder.

Forbes menyatakan perhitungan kekayaan dilakukan menggunakan harga saham dan nilai tukar mata uang per 1 Maret 2026.

Dari daftar tersebut, miliarder asal Indonesia Prajogo Pangestu masuk dalam jajaran 100 orang terkaya dunia versi Forbes. Ia tercatat berada di peringkat ke-84, dengan nilai kekayaan USD 28,6 miliar atau sekitar Rp 482,31 triliun per 10 Maret 2026. Pada peringkat yang sama, Forbes juga mencatat mantan istri Jeff Bezos, MacKenzie Scott, dengan nilai kekayaan yang juga tercantum sebesar USD 28,6 miliar.

Namun, berdasarkan data real time net worth Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu disebut turun USD 300 juta atau sekitar Rp 5,05 triliun menjadi USD 23,5 miliar atau sekitar Rp 396,30 triliun. Dalam daftar real time tersebut, posisinya berada di peringkat 107.

Kekayaan Prajogo Pangestu berasal dari bisnis di bidang petrokimia, energi, dan sektor lainnya. Forbes juga mencatat Prajogo memulai bisnis kayu pada akhir 1970-an. Perusahaannya, Barito Pacific Timber, melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) pada 1993, lalu berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada 2007.