Investasi aset kripto kian populer di Indonesia. Data Badan Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI) per Mei 2024 mencatat jumlah investor aset kripto telah mencapai 20 juta. Angka ini lebih tinggi dibanding jumlah investor saham yang tercatat 12,4 juta.
Seiring meningkatnya minat tersebut, edukasi menjadi penting agar investor pemula dapat meminimalkan risiko. Berikut sejumlah prinsip dasar investasi kripto yang perlu dicermati.
Tentukan tujuan dan prioritas investasi
Investor disarankan memiliki tujuan dan target yang jelas, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Penetapan target dapat menggunakan kerangka SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-based) agar tujuan lebih terukur dan realistis.
Gunakan “uang dingin”
Investasi kripto sebaiknya menggunakan dana yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Pendekatan ini ditujukan untuk menghindari risiko besar terhadap kondisi keuangan ketika terjadi fluktuasi harga.
Kelola risiko
Pahami tingkat risiko dari setiap instrumen investasi dan sesuaikan dengan kondisi finansial. Setelah itu, pilih instrumen yang selaras dengan toleransi risiko masing-masing.
Tentukan profil investor
Pemula perlu menentukan apakah akan menjadi investor aktif atau pasif. Investor aktif umumnya membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk mempelajari aset, sedangkan investor pasif dapat memilih aset yang dinilai lebih stabil.
Lakukan diversifikasi
Diversifikasi dilakukan dengan menyebar investasi ke beberapa jenis aset untuk mengurangi risiko. Cara ini dapat diterapkan dengan membagi dana ke berbagai instrumen, atau ke beberapa aset dalam satu jenis instrumen.
Waspadai FOMO dan FUD
Dalam berinvestasi pada aset kripto, investor diingatkan untuk selalu mengambil keuntungan serta mewaspadai FOMO (fear of missing out) dan FUD (fear, uncertainty, and doubt) yang dapat memengaruhi keputusan secara emosional.
Gunakan platform resmi
Investor juga disarankan memulai investasi secara bijak dan menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di BAPPEBTI. Pengelolaan emosi dan sikap bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan investasi.
- Miliki tujuan investasi yang jelas dan terukur.
- Gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan harian.
- Sesuaikan instrumen dengan toleransi risiko dan profil investor.
- Kurangi risiko dengan diversifikasi.
- Hindari keputusan impulsif akibat FOMO dan FUD.

