Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Landak digelar di Ballroom Hotel Grand Landak, Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan daerah melalui program CSR yang lebih terarah, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Wakil Bupati Landak Erani, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perusahaan, perbankan, koperasi, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Landak.
Dalam laporan Ketua Forum CSR Kabupaten Landak yang disampaikan Sekretaris Daerah Heri Adiwijaya, disebutkan bahwa Forum TSLP periode 2025–2030 menjadi wadah sinergi strategis lintas sektor. Namun, masih ditemukan perusahaan yang belum menyampaikan laporan CSR secara tertib dan komprehensif.
Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara nilai program dan laporan yang disampaikan. “Bahkan pada tahun 2025 terdapat program senilai ratusan juta rupiah, namun dalam laporan hanya tercatat beberapa juta saja. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendorong pelaku usaha meningkatkan komitmen pelaporan yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dinilai penting agar program CSR dapat dipetakan dengan baik, tidak tumpang tindih, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat, terutama pada prioritas pembangunan infrastruktur desa, penanganan stunting, dan pengentasan kemiskinan.
Dari pihak dunia usaha, GR/L Manager Prime Agri Resources, Suwanto, menyampaikan bahwa CSR tidak semata kewajiban administratif, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Ia menyebut forum tersebut sebagai sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Wakil Bupati Landak Erani, yang membuka kegiatan, menekankan forum CSR harus menjadi ruang kolaborasi nyata, bukan sekadar pertemuan seremonial. “Setiap pihak diharapkan berkontribusi sesuai perannya demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak,” ujarnya.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa hadir menjelang siang untuk menutup kegiatan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya optimalisasi CSR di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan anggaran Kabupaten Landak hingga ratusan miliar rupiah.
“Dengan kondisi ini, kolaborasi melalui program CSR menjadi sangat penting. Kami berharap CSR tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Karolin.
Bupati juga mengingatkan perusahaan agar menyampaikan rencana dan komitmen program CSR tahun 2026 paling lambat akhir Maret untuk kemudian dibahas dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari menyatakan Polres Landak mendukung pelaksanaan Forum TSLP/CSR sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, dan aparat keamanan diperlukan agar program CSR berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata. Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman dan kondusif.

