BERITA TERKINI
Rebound Saham Bank Dorong Kinerja Maybank Financial Infobank15 Index Fund Naik 14,87% dalam Sebulan

Rebound Saham Bank Dorong Kinerja Maybank Financial Infobank15 Index Fund Naik 14,87% dalam Sebulan

Kinerja reksa dana indeks Maybank Financial Infobank15 Index Fund menguat dalam sebulan terakhir seiring pemulihan saham-saham perbankan. Dalam periode 24 Maret–24 April 2025, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana ini tumbuh 14,87%.

Dalam periode yang sama, kinerja tersebut melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 7,34% serta Indeks Reksa Dana Saham yang menguat 8,39%, berdasarkan data Bareksa yang diolah dari Bursa Efek Indonesia.

Penguatan ini terjadi saat saham-saham bank besar menunjukkan rebound setelah sempat tertekan. Pada Februari 2025, saham bank-bank besar disebut sempat menyentuh valuasi terendah sejak periode pandemi jika dilihat dari rasio price-to-book (PB). Memasuki Maret 2025, valuasi mulai meningkat meski masih berada di level yang relatif rendah dalam rentang lima tahun terakhir.

Rata-rata rasio PB dari empat bank terbesar di Indonesia pada Maret 2025 tercatat di level 2,0 kali. Kondisi valuasi yang masih relatif rendah ini dipandang menciptakan peluang bagi investor untuk masuk ke sektor perbankan pada harga yang lebih menarik.

Sentimen eksternal juga disebut turut membaik. Ancaman risiko perang dagang yang diinisiasi oleh Donald Trump dinilai mereda, sementara bank besar seperti BBCA menunjukkan kinerja yang stabil pada kuartal I 2025. Perkembangan ini tercermin pada pergerakan harga saham perbankan dan ikut mendorong kinerja Maybank Financial Infobank15 Index Fund.

Selain dari kenaikan harga saham, reksa dana indeks ini juga memperoleh manfaat dari pembagian dividen. Emiten bank pada umumnya rutin membagikan dividen dengan rentang dividend yield 3,4% hingga 9,5%.

Adapun berdasarkan Fund Fact Sheet Maret 2025, daftar aset terbesar dalam portofolio reksa dana ini mencakup Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), Bank Panin Tbk (PNBN), Bank Jago Tbk (ARTO), Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBRN), Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), dan Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Dalam penjelasan terkait reksa dana indeks saham, sejumlah faktor yang disebut menjadi daya tarik antara lain momentum rebound saham perbankan, diversifikasi melalui kepemilikan 15 saham bank pilihan tanpa harus memilih saham satu per satu, serta efisiensi biaya karena dikelola secara pasif dibandingkan reksa dana aktif. Stabilitas sektor perbankan Indonesia juga disebut menjadi landasan bagi potensi pertumbuhan nilai investasi ke depan.

Disclaimer: Informasi ini bersifat umum dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual produk investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa mendatang.