JAKARTA. Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke bawah Kementerian Keuangan menuai kritik dari kalangan ekonom. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengganggu iklim usaha serta memunculkan persepsi negatif terkait independensi pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN).
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai rencana pengambilalihan pengelolaan BUMN tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap persepsi pelaku usaha. Ia menyoroti kemungkinan munculnya anggapan bahwa pengelolaan BUMN tidak berjalan secara independen.
Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai detail mekanisme rencana penarikan PNM maupun respons resmi dari pihak terkait.

