BERITA TERKINI
Risiko Global Meningkat, Kebijakan Fiskal Dinilai Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi

Risiko Global Meningkat, Kebijakan Fiskal Dinilai Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi

Risiko global disebut meningkat, sehingga kebijakan fiskal dinilai menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Di tengah dinamika tersebut, sejumlah perkembangan ekonomi dan bisnis internasional turut menjadi perhatian, mulai dari pergerakan dolar AS hingga aksi korporasi di sektor energi dan ritel.

Di pasar keuangan, dolar AS dilaporkan melemah seiring munculnya keraguan pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga. Perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pelaku pasar.

Dari sisi korporasi, Shell dikabarkan menjual 70 jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Prancis. Setelah transaksi tersebut, DCC Energy disebut akan menjadi pengelola baru jaringan SPBU tersebut.

Di sektor konsumsi, KFC dilaporkan mengganti Pepsi dengan Coca-Cola setelah menjalin kemitraan selama empat dekade. Pergantian mitra minuman ini menjadi salah satu perubahan penting dalam kerja sama bisnis KFC.

Sementara itu, di India, dilaporkan terjadi demonstrasi setelah 130 juta nama pemilih dihapus. Sejumlah aktivis juga disebut ditangkap di tengah situasi tersebut.

Di pasar saham AS, pergerakan bursa disebut terbelah. Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) melemah dan menekan Nasdaq, sementara Dow Jones justru mencatat kenaikan.

Selain itu, MSCI disebut mengancam akan mengeluarkan salah satu saham karena model bisnisnya dinilai mirip dana investasi. Perkembangan ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar yang memantau status dan klasifikasi saham dalam indeks.

Di dalam negeri, Trimegah Sekuritas dilaporkan siap melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp 100 miliar pada Oktober 2026. Di sektor properti, Perumnas disebut menggandeng Paramount untuk membangun 14.000 rumah.