PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mencatat penurunan kinerja keuangan pada tahun fiskal 2025. Perusahaan yang disebut terafiliasi dengan konglomerat Patrick Walujo ini membukukan rugi bersih sebesar US$116,2 juta.
Dengan asumsi kurs rata-rata Rp16.666 per dolar AS, rugi bersih yang diatribusikan kepada DOID tersebut setara sekitar Rp1,93 triliun.
Angka kerugian itu meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode sebelumnya, DOID tercatat membukukan rugi bersih US$61,31 juta, yang setara sekitar Rp989,29 miliar dengan asumsi kurs Rp16.129 per dolar AS.
Peningkatan rugi bersih dari tahun ke tahun ini menjadi sorotan di pasar modal. Sejumlah pihak disebut tengah mencermati faktor-faktor yang berpotensi mendorong pembengkakan kerugian di balik operasional perusahaan.