Bank Papua menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 di Aula Lukman II, Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat, 27 Maret 2026. RUPS dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua selaku pemegang saham.
Forum ini menjadi ruang evaluasi kinerja sekaligus perumusan arah kebijakan perusahaan ke depan. Dalam pembukaan rapat, ditegaskan bahwa RUPS tidak hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menentukan masa depan Bank Papua sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Sejumlah agenda utama dibahas, antara lain pengesahan laporan keuangan, penetapan penggunaan laba dan dividen, serta penyusunan rencana bisnis dan strategi pengembangan perusahaan. RUPS juga menyoroti penguatan struktur manajemen, baik pada jajaran direksi maupun dewan komisaris, guna meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan.
Dalam forum tersebut, muncul usulan pengangkatan Ali Baham Temongmere sebagai Komisaris Non Independen Bank Papua. Usulan ini menjadi bagian dari agenda RUPS Luar Biasa (RUPS LB) dan proses pengangkatannya mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk tahapan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan laporan yang dipaparkan, kinerja Bank Papua disebut menunjukkan tren positif. Tingkat kesehatan bank berada pada kategori sehat (peringkat 2), dengan opini keuangan Wajar Tanpa Modifikasian serta pertumbuhan laba yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Bank Papua juga dilaporkan terus meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Tanah Papua.
Para pemegang saham turut menekankan pentingnya penguatan permodalan, peningkatan kredit produktif khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta percepatan transformasi digital layanan perbankan. Melalui RUPS ini, diharapkan lahir keputusan strategis untuk memperkuat posisi Bank Papua sebagai lembaga keuangan daerah yang sehat, profesional, dan berdaya saing di kawasan timur Indonesia.