Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat kenaikan sekitar 19% dalam satu bulan terakhir. Harga saham FORE kini berada di level Rp560.
Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor makanan dan minuman berbasis gaya hidup, terutama bisnis kopi modern yang terus berkembang di Indonesia. Kinerja saham yang menguat juga ditopang ekspansi usaha serta strategi bisnis perseroan yang dinilai agresif.
Berikut gambaran lini usaha, susunan manajemen, serta kinerja keuangan terbaru FORE.
Lini usaha FORE
PT Fore Kopi Indonesia Tbk bergerak di sektor makanan dan minuman dengan fokus utama pada bisnis kedai kopi modern melalui merek “Fore Coffee”. Perseroan mengusung konsep digital-first coffee chain yang mengandalkan aplikasi untuk pemesanan dan program loyalti.
Selain penjualan minuman kopi dan non-kopi, FORE juga menjalankan sejumlah lini usaha lain, meliputi penjualan makanan ringan seperti pastry dan snack, penjualan produk ready-to-drink, layanan pemesanan berbasis aplikasi (online to offline), serta ekspansi cloud kitchen untuk efisiensi operasional.
Model bisnis tersebut ditujukan untuk menjangkau konsumen urban yang mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan pengalaman digital.
Susunan direksi dan dewan komisaris
Jajaran manajemen FORE diisi profesional dengan latar belakang bisnis, teknologi, dan consumer goods. Susunan direksi terdiri dari Vico Lomar (Direktur Utama/terafiliasi), Tjhong Pie Chen (Direktur/terafiliasi), Rizky Ardian (Direktur/terafiliasi), dan Mohammad Fahmi Rachmattulah (Direktur/terafiliasi).
Sementara itu, dewan komisaris diisi oleh Willson Cuaca (Komisaris Utama/non-independen), Roderick Purwana (Wakil Komisaris Utama/non-independen), Melisa Irene (Komisaris/non-independen), Daniel Octavianus M. (Komisaris/non-independen), Sugiyanto Wibawa (Komisaris Independen), serta David Fernando Audy (Komisaris Independen).
Kinerja keuangan terbaru
Berdasarkan laporan di laman IDX, kinerja keuangan FORE selama sembilan bulan pertama 2025 (9M25) menunjukkan pertumbuhan, seiring ekspansi bisnis yang masih berlangsung.
FORE membukukan penjualan neto Rp1,04 triliun, meningkat dibandingkan Rp727 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya (9M24). Laba bruto tercatat Rp643,5 miliar, sedangkan laba operasional mencapai Rp65,25 miliar.
Adapun laba bersih yang dibukukan sebesar Rp60,1 miliar. Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan penjualan serta perbaikan kinerja operasional perseroan.