Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan bersinergi dengan Perum Bulog untuk mengawal penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar tersalurkan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi di Banjarbaru, Kamis, mengatakan pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyelewengan dalam penyaluran beras SPHP.
Ia menyebut salah satu fokus Satgas Pangan adalah memastikan harga beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Bulog. Penyaluran juga dibatasi maksimal dua kemasan atau 10 kilogram per konsumen dan tidak boleh diperjualbelikan kembali.
Wakapolda menegaskan kepada jajarannya agar mengawal aturan penyaluran tersebut. Ia meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas jika ditemukan pihak yang melakukan kecurangan.
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di kompleks pergudangan Perum Bulog Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 23 Landasan Ulin, Banjarbaru. Dalam kegiatan itu, sebanyak lima ton beras SPHP disediakan untuk dibeli masyarakat dengan harga Rp56.500 per kemasan lima kilogram.
Menurut Wakapolda, antusiasme masyarakat terhadap penyaluran beras SPHP terpantau tinggi. Ia menyampaikan pengawalan akan terus dilakukan seiring target Bulog menyalurkan 4.700 ton beras SPHP di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Kalsel Muhammad Akbar Said menyatakan stok beras saat ini mencapai 30 ribu ton dan diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Dalam pelaksanaan GPM tersebut, belasan anggota Satgas Pangan Polda Kalsel dari Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel di bawah komando AKBP Zaenal Arifien disiagakan di lokasi hingga penyaluran beras SPHP selesai, guna memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan tertib.

