JAKARTA — Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi instrumen penting bagi dunia usaha untuk membaca potensi pasar dan perkembangan bisnis di Indonesia secara lebih akurat. Pendataan nasional ini diharapkan dapat menyajikan gambaran menyeluruh mengenai struktur usaha, daya beli masyarakat, serta peluang ekspansi bisnis di berbagai daerah.
Praktisi statistik dan pemerhati ekonomi, Pipit H Sorayan, menilai pemahaman terhadap kekuatan pasar tidak cukup hanya berpatokan pada jumlah penduduk suatu wilayah. Ia mencontohkan rencana ekspansi ke luar Jawa yang membutuhkan pemetaan lebih rinci untuk mengetahui daerah mana yang benar-benar memiliki pasar cukup kuat untuk menopang pembukaan outlet baru.
Menurut Pipit, masih banyak perusahaan yang mengandalkan angka populasi sebagai indikator utama dalam menilai potensi pasar. Padahal, ukuran pasar yang sesungguhnya lebih ditentukan oleh kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membeli barang atau jasa.
Ia menekankan, keputusan ekspansi yang hanya didasarkan pada jumlah penduduk berisiko menyesatkan. Daya beli masyarakat menjadi faktor kunci dalam menentukan lokasi usaha, strategi harga, hingga model distribusi yang tepat bagi suatu produk atau layanan.

