BERITA TERKINI
Studi di Surabaya: Niat Pelaku UMKM Menentukan Pemakaian Pembayaran FinTech Pasca Pandemi

Studi di Surabaya: Niat Pelaku UMKM Menentukan Pemakaian Pembayaran FinTech Pasca Pandemi

Pandemi COVID-19 disebut mempercepat transformasi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk dalam penggunaan sistem pembayaran berbasis teknologi finansial (FinTech). Sebuah penelitian di Kota Surabaya menelaah faktor-faktor yang memengaruhi niat dan perilaku penggunaan sistem pembayaran FinTech di kalangan pelaku UMKM pada masa pasca pandemi.

Penelitian ini menguji pengaruh empat variabel—ekspektasi kinerja (Performance Expectancy/PE), ekspektasi kemudahan penggunaan (Effort Expectancy/EE), pengaruh sosial (Social Influence/SI), dan kondisi yang memfasilitasi (Facilitating Conditions/FC)—terhadap intensi perilaku (Behavioral Intention/BI) dan perilaku penggunaan aktual (Use Behavior/UB) sistem pembayaran FinTech.

Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 399 responden pelaku UMKM yang telah menggunakan sistem pembayaran FinTech minimal selama satu tahun dilibatkan dalam survei menggunakan kuesioner skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS-4.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap intensi perilaku. Sementara itu, kondisi yang memfasilitasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan baik terhadap intensi perilaku maupun perilaku penggunaan aktual.

Studi ini juga menemukan bahwa intensi perilaku memiliki pengaruh signifikan positif terhadap perilaku penggunaan aktual. Temuan tersebut menegaskan bahwa niat untuk menggunakan sistem pembayaran FinTech menjadi penentu penting bagi penggunaan nyata di kalangan UMKM.

Dari sisi teori, penelitian ini memperluas penerapan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dalam konteks UMKM pasca pandemi, dengan menekankan relevansi ekspektasi kinerja, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial dalam adopsi teknologi keuangan digital.

Secara praktis, temuan penelitian disebut dapat menjadi masukan bagi UMKM dalam menyusun strategi digital yang lebih efektif, serta bagi pemerintah dan pembuat kebijakan untuk memperkuat dukungan, termasuk pengembangan infrastruktur digital, agar adopsi teknologi di sektor UMKM lebih lancar.

Untuk penelitian lanjutan, penulis menyarankan eksplorasi lebih mendalam terkait peran kondisi fasilitasi yang lebih optimal, seperti peningkatan infrastruktur internet dan kebijakan pendukung pemerintah, serta pengamatan terhadap perubahan perilaku jangka panjang dalam adopsi FinTech setelah pandemi COVID-19.

Penelitian ini ditulis oleh Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T., dan dapat diakses melalui tautan http://dx.doi.org/10.12785/ijcds/160198.