BERITA TERKINI
Studi Kelayakan: Toko Kelontong Erna di Pekalongan Dinilai Layak dari Aspek Pemasaran dan Keuangan

Studi Kelayakan: Toko Kelontong Erna di Pekalongan Dinilai Layak dari Aspek Pemasaran dan Keuangan

Sebuah studi kelayakan bisnis menilai Toko Kelontong Erna yang berlokasi di Desa Jetak Lengkong, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, layak dijalankan dari sisi pemasaran maupun keuangan. Penilaian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi, serta ditopang referensi dari penelitian terdahulu.

Penelitian ini menyoroti tantangan toko kelontong di tengah pertumbuhan ritel modern seperti minimarket. Dalam konteks persaingan tersebut, studi menekankan pentingnya strategi pemasaran, kualitas layanan, serta pengelolaan usaha agar toko kelontong tetap bertahan.

Metode dan Sumber Data

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, memadukan:

  • Data primer: observasi dan wawancara terhadap lima informan.
  • Data sekunder: literatur seperti jurnal, buku digital, dan penelitian sebelumnya.

Analisis kelayakan difokuskan pada bauran pemasaran (marketing mix) dengan pendekatan kualitatif, serta dilengkapi perhitungan aspek keuangan.

Gambaran Usaha dan Pasar

Toko Kelontong Erna menjual kebutuhan sehari-hari, terutama sembako, serta produk lain seperti makanan dan minuman ringan, rokok, alat tulis, dan alat kebersihan. Berdasarkan analisis permintaan, studi menyebut kebutuhan sembako cenderung memiliki permintaan tinggi karena termasuk kebutuhan wajib masyarakat.

Dari sisi persaingan, toko ini berhadapan dengan toko kelontong lain di sekitar lokasi, antara lain Toko Hafiz, Toko Asep, dan Toko Nafil. Selain itu, keberadaan minimarket juga disebut menjadi pesaing yang kuat.

Segmentasi, Target, dan Posisi Pasar

Studi memetakan segmentasi pasar Toko Kelontong Erna sebagai berikut:

  • Geografis: wilayah Wonopringgo dan desa-desa sekitarnya seperti Jetak Lengkong, Gondang, Lengkong, Wonokeri, Sampih, serta area lain dalam wilayah Wonopringgo.
  • Demografis: konsumen anak-anak hingga lanjut usia (sekitar 4–60 tahun), laki-laki dan perempuan, dari berbagai latar belakang, serta kelas ekonomi menengah ke bawah hingga menengah ke atas.
  • Psikografis: konsumen dari berbagai kalangan yang membutuhkan sembako dan kebutuhan harian lain.

Target pasar utamanya adalah warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area toko, dengan kebutuhan belanja harian seperti sembako, rokok, sabun, alat tulis, serta makanan dan minuman ringan.

Adapun posisi pasar yang dibangun adalah menyediakan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga kompetitif dan pelayanan yang baik. Studi menyebut upaya memperkuat kepercayaan pelanggan dilakukan melalui pelayanan ramah, cepat, pemberian saran produk, serta membantu mencarikan barang yang tidak tersedia di toko.

Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Penelitian mencatat penerapan bauran pemasaran di Toko Kelontong Erna meliputi:

  • Produk: fokus pada sembako seperti beras, gula, gandum, minyak goreng, garam, serta produk lain seperti alat tulis, alat kebersihan, rokok, dan makanan-minuman ringan.
  • Harga: kisaran harga produk mulai sekitar Rp5.000 hingga lebih dari Rp50.000, bergantung jenis produk dan jumlah pembelian.
  • Tempat: berlokasi di Desa Jetak Lengkong, dinilai strategis dan mudah dijangkau.
  • Promosi: promosi penjualan berupa diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak serta bonus produk tertentu untuk pembelian besar, yang biasanya dilakukan menjelang Idul Fitri.

Dalam proses pengelolaan stok, toko memperoleh barang dari pasar tradisional serta agen/sales yang mengirim langsung ke toko. Pengeluaran barang menggunakan metode FIFO (First In First Out) untuk mengurangi risiko kedaluwarsa.

Analisis Keuangan: Pendapatan, Rasio, ROI, dan NPV

Toko Kelontong Erna disebut telah berdiri sejak 2008 dengan modal awal Rp750.000 untuk peralatan dagang dan barang dagangan. Studi juga mencatat biaya operasional bulanan Rp100.000.

Dalam perhitungan yang disajikan penelitian, pendapatan per tahun tercatat Rp168 juta, dengan pendapatan bersih per tahun Rp48 juta. Dari data tersebut, studi menghitung:

  • Rasio biaya operasional terhadap penjualan: 0,71% (biaya operasional tahunan Rp1,2 juta dibanding pendapatan tahunan Rp168 juta).
  • Rasio keuntungan bersih terhadap penjualan: 28,57% (pendapatan bersih Rp48 juta dibanding pendapatan Rp168 juta).
  • Return on Investment (ROI): 6.400% (keuntungan bersih Rp48 juta dibanding modal awal Rp750.000).

Selain itu, studi menghitung Net Present Value (NPV) dengan asumsi suku bunga diskonto 10% dan memperoleh NPV positif sebesar 170.643,50. NPV positif tersebut digunakan sebagai dasar kesimpulan bahwa usaha dinilai layak dijalankan.

Kesimpulan Studi

Studi menyimpulkan Toko Kelontong Erna layak dari aspek pemasaran karena produk yang dijual dinilai berkualitas dan merupakan kebutuhan wajib banyak orang, lokasi toko strategis, promosi dinilai cukup untuk mendorong loyalitas, serta pasokan barang berasal dari agen langsung dan pasar tradisional sehingga harga terjangkau.

Dari sisi keuangan, kelayakan didasarkan pada potensi keuntungan yang dinilai besar, dengan ROI 6.400% dan NPV 170.643,50. Meski demikian, studi juga menekankan perlunya pemantauan dan evaluasi berkelanjutan agar usaha tetap berjalan baik dan menguntungkan.