Kinerja dunia usaha di Jawa Tengah menutup 2025 dengan catatan positif. Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mencatat aktivitas ekonomi pada Triwulan IV 2025 meningkat, sekaligus memunculkan optimisme pelaku usaha untuk memasuki awal 2026.
Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 9,56 persen. Angka ini naik dibanding Triwulan III 2025 yang berada di level 6,01 persen.
Plh. Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyebut peningkatan tersebut didorong oleh sektor pertanian yang memasuki musim panen, serta menguatnya sektor transportasi, pergudangan, dan perdagangan seiring momentum Natal dan Tahun Baru.
“Peningkatan kinerja dunia usaha di akhir 2025 merupakan sinyal kuat resiliensi ekonomi Jawa Tengah. Lonjakan SBT menjadi 9,56 persen ini tidak lepas dari peran sektor pertanian yang memasuki musim panen serta geliat konsumsi masyarakat selama periode Nataru yang mendorong sektor transportasi dan perdagangan tetap ekspansif,” kata Andi.
BI juga mencatat kondisi internal dunia usaha yang dinilai sehat. Kapasitas produksi terpakai meningkat menjadi 71,46 persen. Sementara itu, penggunaan tenaga kerja kembali masuk fase ekspansi sebesar 0,80 persen setelah pada periode sebelumnya sempat menurun.
Memasuki Triwulan I 2026, BI melaporkan optimisme pelaku usaha yang tinggi. SBT diproyeksikan melonjak hingga 32,14 persen, terutama dipicu oleh persiapan menghadapi kenaikan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri.
“Kami melihat optimisme yang sangat tinggi di awal tahun 2026. Dengan proyeksi SBT yang melonjak ke 32,14 persen, para pelaku usaha sudah bersiap menyambut kenaikan permintaan menjelang Idulfitri,” ujar Andi.
Adapun sektor yang diperkirakan menjadi kontributor utama pada awal 2026 meliputi Industri Pengolahan dengan SBT 9,33 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 6,40 persen, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,26 persen.
Secara keseluruhan, Andi menambahkan kondisi keuangan dunia usaha di Jawa Tengah tetap solid, ditinjau dari sisi likuiditas, rentabilitas, dan akses kredit perbankan. Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan berbagai sektor untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
“Kami berharap momentum ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh sektor, mulai dari industri pengolahan hingga penyediaan akomodasi dan transportasi, untuk terus menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif,” tandasnya.

