Kinerja dunia usaha di Jawa Tengah menunjukkan perbaikan pada akhir 2025 dan diperkirakan terus menguat pada awal 2026. Perkembangan ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia.
Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyampaikan bahwa pada Triwulan IV 2025 kegiatan dunia usaha tercatat meningkat. Hal itu terlihat dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 9,56 persen, lebih tinggi dibanding Triwulan III 2025 yang sebesar 6,01 persen. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers.
Menurut Reina Sari, kenaikan ini menunjukkan optimisme pelaku usaha yang membaik. Penguatan kegiatan usaha disebut sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja terutama ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh cukup baik seiring musim panen. Sejumlah sektor lain juga mencatat pertumbuhan positif, antara lain transportasi dan pergudangan, jasa lainnya, pertambangan dan penggalian, real estate, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan motor.
Dari sisi operasional, kapasitas produksi terpakai pada Triwulan IV 2025 mencapai 71,46 persen, naik dari 69,89 persen pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian, pengadaan air, serta industri pengolahan.
Penggunaan tenaga kerja juga menunjukkan perbaikan dan kembali berada pada fase ekspansi, dengan SBT sebesar 0,80 persen. Angka ini berbalik dari kondisi kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat minus 6,44 persen.
Sementara itu, kondisi keuangan pelaku usaha di Jawa Tengah secara umum dinilai tetap baik, terutama dari sisi likuiditas, rentabilitas, dan akses kredit.
Ke depan, dunia usaha di Jawa Tengah diperkirakan semakin bergairah. Pada Triwulan I 2026, kegiatan usaha diproyeksikan meningkat signifikan dengan SBT sebesar 32,14 persen. Seluruh lapangan usaha diperkirakan tumbuh positif, terutama industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

