BERITA TERKINI
Tekanan Ekonomi Global-Domestik Menguat, CEO Diminta Perkuat Ketahanan Bisnis

Tekanan Ekonomi Global-Domestik Menguat, CEO Diminta Perkuat Ketahanan Bisnis

Tekanan ekonomi dari faktor global dan domestik disebut kian menguat, mendorong para CEO untuk memperkuat ketahanan bisnis. Situasi ini muncul di tengah berbagai sinyal pasar dan perkembangan sektor yang menunjukkan meningkatnya kehati-hatian pelaku usaha serta investor.

Di pasar internasional, kekhawatiran investor tercermin dari meningkatnya persepsi risiko terhadap utang perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI). Credit default swap (CDS) CoreWeave dilaporkan menembus 1.100 basis poin (bps), menandakan naiknya biaya perlindungan risiko gagal bayar.

Dari sisi pasar saham, tekanan juga terlihat ketika Nasdaq dilaporkan mendekati level terendah dalam sebulan, seiring berlanjutnya aksi jual pada saham cip. Pergerakan ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Di dalam negeri, dinamika pasar turut menjadi perhatian. Rupiah disebut melemah hingga Rp 17.938 per dolar AS, terjadi di saat dolar AS justru melemah. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi pelaku usaha, terutama yang memiliki kebutuhan impor atau kewajiban dalam valuta asing.

Isu lain yang mencuat adalah penggunaan saham JARR dan PGUN sebagai agunan kredit. Dalam perkembangan ini, analis menekankan pentingnya memperhatikan fundamental sebagai pijakan penilaian risiko.

Sementara itu, sektor industri dan kebijakan juga menunjukkan sejumlah perkembangan. Konsumsi minyak sawit mentah (CPO) domestik diproyeksi melampaui ekspor dan menembus 27,1 juta ton. Di sisi lain, Hashim disebut menyiapkan insentif teknologi penangkap karbon untuk industri, dan Rusia menawarkan kerja sama kapal ikan serta teknologi kepada Indonesia.

Di sektor keuangan, Prudential Syariah menyampaikan bahwa produk asuransi syariah memiliki karakteristik yang unik. Berbagai isu ini menegaskan perlunya perusahaan memperkuat ketahanan, termasuk melalui pengelolaan risiko yang lebih disiplin dan strategi yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.