BERITA TERKINI
TKB90 Anjlok, Industri Fintech P2P Lending Dihadapkan pada Risiko Gagal Bayar

TKB90 Anjlok, Industri Fintech P2P Lending Dihadapkan pada Risiko Gagal Bayar

Startup financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending menghadapi ujian seiring mencuatnya sejumlah kasus gagal bayar dana investor oleh borrower melalui platform. Kondisi ini turut tercermin pada indikator Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari (TKB90), yang menunjukkan performa pembayaran pinjaman setelah melewati 90 hari dari jatuh tempo, dan dilaporkan mengalami penurunan jauh dari standar yang lazim di industri.

Salah satu platform yang mencatat TKB90 rendah adalah KoinP2P, bagian dari KoinWorks. KoinP2P terakhir kali melaporkan kepada publik bahwa TKB90 berada di kisaran 53,37%, berada di bawah angka standar institusi keuangan yang umumnya di atas 95%. Secara umum, semakin mendekati 100% nilai TKB90, semakin baik tingkat kesehatan pendanaan dan pengelolaan risiko kredit sebuah platform P2P lending.

KoinP2P juga disebut tengah menghadapi kasus dugaan borrower membawa lari dana investasi lender sekitar Rp365 miliar, yang dilaporkan ke pihak kepolisian pada Oktober tahun lalu.

Borrower terlapor berinisial MT diduga mengajukan pinjaman dengan mengatasnamakan 279 debitur pribadi dengan melampirkan dokumen identitas diri (KTP) kepada Lunaria Annua Teknologi, entitas yang menaungi KoinWorks, dengan nilai Rp330 miliar. Selain itu, MT disebut menambah pinjaman secara bilateral melalui badan usaha berbentuk CV senilai Rp35 miliar.

Pendiri KoinWorks, Benedicto Haryono, menyampaikan bahwa indikator TKB90 53,37% dipengaruhi sejumlah faktor. Ia menyebut selain peningkatan jumlah borrower yang gagal bayar, terdapat pula banyak peminjam berkategori baik yang mencari likuiditas di luar KoinP2P “akibat keterbatasan likuiditas di platform kami,” sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (13/8/2025).