PT FAP Agri Tbk (FAPA) mencatat transaksi crossing bernilai jumbo mencapai Rp18,77 triliun dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 26 Maret 2026.
Transaksi crossing tersebut terjadi pada harga Rp6.500 per saham, lebih rendah dibandingkan harga di pasar reguler yang bergerak di kisaran Rp6.600–Rp6.725 per saham. Meski dilakukan di bawah harga pasar reguler, saham FAPA tetap ditutup menguat 1,52% ke level Rp6.700 pada sesi pertama, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp24,32 triliun.
Crossing saham merupakan transaksi antara dua pihak yang menggunakan broker atau sekuritas yang sama dan dilakukan di pasar negosiasi, bukan di pasar reguler. Jenis transaksi ini umumnya mencerminkan perpindahan kepemilikan dalam jumlah besar.
Berdasarkan data kepemilikan saham, PRINSEP Management Limited tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 79,31% atau sekitar 2,88 miliar saham. Posisi berikutnya ditempati PT Fangiono Perkasa Sejati dengan 6,98%. Sementara itu, kepemilikan publik dan sejumlah entitas lain—Paramount Global Enterprises Limited, Sharp Triumph International Limited, Grand Legacy International Limited, serta Summit Global Enterprises Limited—masing-masing berada di kisaran 2%–2,4%.
Di balik struktur kepemilikan tersebut, ultimate beneficiary owner (UBO) FAP Agri adalah Wirastuty Fangiono. Berdasarkan data Forbes, ia memiliki kekayaan sekitar US$1,5 miliar dan mengendalikan FAP Agri yang melantai di BEI pada 2021.
FAP Agri didirikan pada 1994 dan memiliki konsesi perkebunan kelapa sawit lebih dari 110.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Operasional perusahaan mencakup Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Riau, dengan dukungan 9 entitas anak usaha, 5 pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas lebih dari 200 ton per jam, serta 1 fasilitas pengolahan kernel.
Selain FAP Agri, keluarga Fangiono juga dikaitkan dengan First Resources, perusahaan sawit yang tercatat di Singapura dan dipimpin oleh Ciliandra Fangiono. Berdasarkan daftar Indonesia’s 50 Richest 2025, Ciliandra dan keluarganya memiliki kekayaan sekitar US$3,05 miliar.
Dengan munculnya transaksi crossing bernilai besar ini, pelaku pasar menantikan kejelasan tujuan transaksi serta dampaknya terhadap struktur kepemilikan dan strategi korporasi FAP Agri ke depan.