Transaksi open banking melalui fitur Application Programming Interface (API) yang dikembangkan perbankan terus meningkat, meski standarisasinya masih digodok Bank Indonesia (BI). Melalui API, kolaborasi antara bank dan perusahaan financial technology (fintech) kian erat untuk mendukung transaksi perbankan digital.
Layanan API memungkinkan bank dan fintech membuka data serta informasi keuangan terkait transaksi pembayaran nasabah secara resiprokal atau berdasarkan prinsip kesetaraan. Dalam implementasinya, terdapat tiga pihak yang terlibat, yakni nasabah sebagai pemilik data, bank, dan fintech.
BRI: 222 mitra, transaksi capai Rp 40 triliun
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat telah memiliki 222 mitra yang dapat menggunakan BRIAPI untuk mendukung transaksi perbankan digital. Mitra tersebut berasal dari beragam sektor, mulai dari marketplace, fintech, ride hailing, universitas, perusahaan non-digital, hingga instansi pemerintah.
Sejumlah mitra yang disebut antara lain Shopee, Tokopedia, Gopay, OVO, LinkAja, Traveloka, dan Investree. BRI menyebut BRIAPI sebagai platform Open API pertama di Indonesia yang telah memperoleh sertifikasi ISO:27001 dan Payment Application Data Security Standard (PA-DSS) untuk menjamin keamanan data pelanggan.
Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan, sales volume transaksi BRIAPI hingga pertengahan November telah mencapai Rp 40 triliun atau sudah memenuhi target perseroan tahun ini.
Indra menyebut pesatnya transaksi BRIAPI pada 2020 dipengaruhi oleh kepercayaan yang terbentuk serta kemudahan integrasi bagi nasabah BRI, baik yang digital native maupun yang masih merintis. Ia juga menambahkan, pertumbuhan didorong oleh akuisisi yang dilakukan tim pemasar BRI di seluruh cabang, serta perubahan perilaku transaksi selama pandemi yang mendorong peralihan pembayaran ke kanal digital.
CIMB Niaga: 79 layanan API, transaksi lebih dari dua kali lipat
Bank CIMB Niaga termasuk bank yang telah menerapkan penggunaan API untuk kebutuhan sistem internal maupun kebutuhan eksternal mitra. Perseroan telah meluncurkan portal API khusus bagi mitra, dengan 79 layanan API yang tersedia dan 15 mitra aktif menggunakannya.
Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan, transaksi API hingga November tumbuh sangat signifikan, yakni lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BNI: lebih dari 200 API, kerja sama dengan 3.000 mitra
BNI API Digital Services disebut memiliki lebih dari 200 API yang dapat digunakan. BNI juga telah bekerja sama dengan lebih dari 3.000 mitra atau pihak ketiga, antara lain GoJek, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Lazada, serta pelaku industri bisnis digital lainnya.
Direktur TI dan Operasi BNI YB Hariantono mengatakan, BNI menerapkan open API di Indonesia melalui slogan 3S, yaitu Sign up, Sandboxing, and Start your business. Menurutnya, layanan API BNI menjangkau berbagai segmen industri bisnis digital, baik korporasi, menengah, maupun kecil, khususnya UMKM digital. Ia juga menyebut keberhasilan tim API BNI dicapai melalui proses belajar dari kesalahan dan pengalaman sebelumnya.
Standarisasi API ditargetkan berlaku 2021
Di sisi regulator, BI sebelumnya menargetkan standarisasi API diluncurkan pada Desember. Pada awal November, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menyatakan standarisasi API sudah berada pada tahap penyusunan pedoman teknis dan dilakukan melalui kolaborasi dengan industri, termasuk perbankan.
Standarisasi API tersebut ditargetkan dapat diimplementasikan pada 2021. Standarisasi open banking menjadi salah satu inisiatif BI dalam mewujudkan visi sistem pembayaran 2025.

