BERITA TERKINI
Transformasi Human Capital PT Berdikari Diklaim Dongkrak Kinerja Bisnis

Transformasi Human Capital PT Berdikari Diklaim Dongkrak Kinerja Bisnis

Jakarta — PT Berdikari, bagian dari Holding Pangan ID FOOD, menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi di tengah perubahan bisnis yang kian dinamis. Perusahaan menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu kunci untuk mendorong transformasi dan peningkatan kinerja.

Manajer Human Capital & Legal PT Berdikari, Danang Bagus Satria, mengatakan kekuatan utama perusahaan saat ini terletak pada kemampuan mengelola human capital yang unggul dan adaptif. Menurut dia, pengelolaan SDM tidak lagi semata bersifat administratif, melainkan harus berperan sebagai pengungkit bisnis.

“Kita tidak bisa lagi bicara soal SDM hanya dalam konteks administratif. Human capital di Berdikari harus menjadi enabler bisnis, bukan sekadar pendukung. Karena itu, strategi pengembangannya selalu berangkat dari kebutuhan bisnis dan arah transformasi perusahaan,” ujar Danang dalam wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2025, Jumat (10/10/2025).

Dalam proses transformasi, Berdikari menerapkan pendekatan agile organization dengan memperkuat budaya kolaboratif lintas fungsi. Danang menyebut langkah tersebut diperlukan agar seluruh individu di perusahaan memiliki kesadaran yang sama terhadap visi Berdikari menjadi perusahaan agribisnis unggulan yang berdaya saing global.

“Kami ingin membangun kultur yang mendorong orang untuk berinovasi, berani ambil risiko yang terukur, dan punya ownership terhadap hasil kerjanya. Ini tidak mudah, tapi itu yang kami tanamkan dalam setiap program pengembangan SDM,” katanya.

Danang menyampaikan, transformasi tersebut berdampak pada kinerja bisnis perusahaan dalam dua tahun terakhir. Ia memaparkan pendapatan tahun 2024 mencapai Rp6,06 triliun atau 171% dari RKP, serta naik 180,6% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih juga disebut meningkat dari Rp38,12 miliar menjadi Rp473,29 miliar atau naik 1.242%.

Peningkatan kinerja itu, lanjutnya, sejalan dengan kenaikan produktivitas karyawan yang diukur melalui human capital value added serta human capital return on investment yang meningkat dari 0,84 menjadi 2,53. Menurut Danang, capaian tersebut didukung penerapan sistem dan strategi SDM yang terintegrasi.

Ke depan, perusahaan juga menyiapkan peta jalan pengembangan human capital hingga 2029. Danang menyebut targetnya antara lain 90% tenaga kerja memiliki future ready skills dan terimplementasinya human capital value creation framework.

Selain penguatan SDM, Berdikari juga mendorong inovasi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Danang menekankan inovasi tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga tata kelola dan operasional.

“Kami di Berdikari tidak ingin inovasi hanya jadi jargon. Kami ingin setiap unit punya mindset inovatif, entah itu dalam cara bekerja, memanfaatkan data, atau membuat proses lebih efisien. Semua dimulai dari kebiasaan berpikir terbuka terhadap perubahan,” ujarnya.

Dalam dua tahun terakhir, perusahaan memperkuat integrasi digital melalui sejumlah sistem baru, mulai dari Human Capital Information System (HCIS) hingga performance management dashboard. Inisiatif tersebut disebut membantu pemantauan kinerja karyawan secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendorong transparansi proses manajerial.

“Kami ingin memastikan setiap data yang kami miliki bisa ditransformasikan menjadi insight untuk pengambilan keputusan. Misalnya, dari sisi HR, kami bisa melihat pola produktivitas, kebutuhan pelatihan, hingga potensi rotasi jabatan secara cepat dan akurat,” kata Danang.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa hasil dari transformasi tidak bersifat instan, namun perusahaan meyakini penguatan human capital dan inovasi menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.