BERITA TERKINI
Tren Padel Melonjak di Samarinda, Pemkot Soroti Potensi Pembinaan dan Dampak Ekonomi

Tren Padel Melonjak di Samarinda, Pemkot Soroti Potensi Pembinaan dan Dampak Ekonomi

Tren olahraga padel di Kota Samarinda mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Fasilitas lapangan padel pun kian mudah ditemui, bahkan disebut telah hadir di hampir setiap kecamatan.

Meski popularitasnya meningkat, padel saat ini masih dikategorikan sebagai olahraga rekreasi dan belum menjadi cabang olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Namun, pemerintah kota melihat peluang besar, baik dari sisi pembinaan maupun dampak ekonomi yang menyertai pertumbuhan fasilitas dan aktivitas usaha terkait.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, mengatakan perkembangan padel di Samarinda tergolong pesat. Ia menyebut antusiasme masyarakat tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan ibu-ibu.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan ibu-ibu. Hampir di setiap kecamatan sudah ada lapangan padel,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Muslimin menilai tren tersebut mengikuti perkembangan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Makassar yang lebih dulu mengalami peningkatan minat terhadap olahraga padel.

Meski demikian, ia menegaskan padel belum masuk dalam cabang olahraga prestasi. “Untuk saat ini padel masih masuk olahraga masyarakat, belum menjadi cabang olahraga prestasi. Tapi ke depan tidak menutup kemungkinan bisa dipertandingkan secara resmi,” katanya.

Disporapar, lanjut Muslimin, tetap akan melakukan pembinaan dan pengawasan seiring bertambahnya fasilitas dan pelaku usaha yang berinvestasi pada olahraga ini. Ia juga menyoroti efek ekonomi yang muncul, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga meningkatnya aktivitas usaha di sekitar lokasi lapangan.

“Ini juga berdampak pada ekonomi. Ada tenaga kerja yang terserap, dan aktivitas usaha di sekitar lokasi ikut berkembang,” ujarnya.

Di sisi lain, Muslimin mengingatkan bahwa tren padel berpotensi bersifat musiman sebagaimana terjadi di sejumlah negara Eropa. Karena itu, ia berharap padel di Samarinda tidak berhenti sebagai tren sesaat, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Kita berharap di Samarinda ini tidak hanya jadi tren sesaat, tapi benar-benar menjadi gaya hidup masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Disporapar juga membuka peluang pengembangan fasilitas olahraga yang lebih terintegrasi, termasuk kemungkinan menghadirkan sarana padel di kawasan sport center.