BERITA TERKINI
Ulasan Buku The Digital Transformation Canvas: Panduan Praktis Menyusun Roadmap Transformasi Digital

Ulasan Buku The Digital Transformation Canvas: Panduan Praktis Menyusun Roadmap Transformasi Digital

Transformasi digital kian menjadi kebutuhan bagi organisasi yang ingin bertahan dan berkembang di tengah perubahan teknologi. Buku The Digital Transformation Canvas karya Prof. Dr. Marc K. Peter hadir sebagai panduan terstruktur bagi pembaca yang ingin memulai atau mempercepat proses tersebut, terutama dalam menyusun digital roadmap yang dapat diterapkan di berbagai jenis organisasi.

Buku ini menempatkan transformasi digital bukan sekadar wacana konseptual. Isi utamanya menekankan pendekatan langkah demi langkah, dilengkapi perangkat kerja seperti ilustrasi, studi kasus, serta beragam checklist dan templat yang ditujukan untuk membantu perencanaan dan pelaksanaan strategi digital secara lebih sistematis.

Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya kolaborasi tim. Pembaca diajak menggunakan pendekatan partisipatif untuk menggali ide, mengidentifikasi peluang digital, dan menyusun strategi yang disepakati bersama. Buku ini juga menggabungkan dua arah pendekatan: mendorong strategi dari bawah ke atas melalui keterlibatan tim, sekaligus menyelaraskannya dengan inisiatif strategis manajemen senior dari atas ke bawah.

Dalam kerangka kerja yang ditawarkan, Prof. Dr. Marc K. Peter memperkenalkan dua perangkat utama, yakni Digital Transformation Canvas dan ACT Method (Assess–Co-create–Transform). Digital Transformation Canvas diposisikan sebagai templat visual untuk eksplorasi dan perencanaan strategi digital, sementara ACT Method dirancang sebagai panduan bertahap menjalankan perubahan. Buku ini juga menyertakan Digital Maturity Assessment untuk membantu organisasi menilai posisi digital saat ini serta area yang perlu ditingkatkan.

Dari sisi kelengkapan materi, buku ini disebut memuat lebih dari 80 ilustrasi yang menjelaskan studi kasus dan konsep penting, serta menyediakan berbagai templat workshop dan panduan diskusi yang dapat langsung digunakan. Contoh kasus yang disertakan antara lain Alexandra’s Bike Shop, yang ditampilkan sebagai ilustrasi penerapan kerangka kerja dalam konteks usaha kecil.

Adapun sejumlah kelebihan yang menonjol dari buku ini adalah sifatnya yang praktis, penggunaan kerangka kerja yang mudah dipahami, serta penekanan pada keterlibatan tim untuk membantu mengatasi resistensi budaya dan membangun rasa kepemilikan terhadap perubahan. Desain dan format visualnya juga dibuat sederhana agar dapat diakses pembaca dari latar belakang teknis maupun non-teknis.

Namun, buku ini juga memiliki sejumlah keterbatasan. Pembahasannya dinilai minim panduan teknis atau rekomendasi teknologi spesifik, sehingga pembaca yang mencari contoh implementasi perangkat lunak atau otomasi proses bisnis bisa merasa kurang terbantu. Selain itu, sebagian metode dan tahapan yang ditawarkan dinilai lebih cocok untuk organisasi menengah hingga besar dan dapat terasa kompleks bagi tim kecil dengan sumber daya terbatas. Buku ini juga tidak dirancang khusus untuk kebutuhan industri tertentu, serta lebih menekankan aspek strategi dibanding uraian eksekusi operasional yang rinci.

Profil penulis turut menjadi salah satu daya tarik buku ini. Prof. Dr. Marc K. Peter disebut memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang transformasi digital dan strategi bisnis digital, termasuk di perusahaan seperti eBay, E*TRADE, dan LexisNexis di Eropa serta Asia Pasifik. Ia juga pernah menjabat sebagai General Manager dan COO di LexisNexis Pacific dan memimpin implementasi strategi transformasi digital yang melibatkan ratusan karyawan selama enam tahun. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Kompetensi Transformasi Digital di FHNW School of Business, Olten, Swiss, serta mengajar di sejumlah universitas.

Secara keseluruhan, The Digital Transformation Canvas diposisikan sebagai bacaan yang relevan bagi pemimpin inisiatif transformasi digital yang membutuhkan kerangka kerja praktis untuk menyusun strategi dan memulai percakapan organisasi mengenai perubahan. Meski tidak menawarkan panduan teknis yang detail, buku ini menonjol sebagai alat bantu perencanaan yang menekankan kolaborasi, penilaian kematangan digital, dan penyusunan roadmap secara terstruktur.