BERITA TERKINI
Akulaku Finance Raup Pendanaan Rp200 Miliar dari Hana Bank dan OK Bank

Akulaku Finance Raup Pendanaan Rp200 Miliar dari Hana Bank dan OK Bank

PT Akulaku Finance Indonesia memperoleh pendanaan senilai Rp200 miliar melalui kredit sindikasi berbentuk club deal yang diberikan oleh PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank).

Dalam kesepakatan tersebut, Hana Bank bertindak sebagai pemimpin pengatur penyaluran pinjaman. Skema club deal memungkinkan masing-masing pemberi pinjaman mengambil keputusan secara independen, dengan tetap mengacu pada struktur dan ketentuan yang disepakati bersama.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry B. Slangor, menyampaikan apresiasi kepada kedua bank atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengatakan dukungan dari Hana Bank dan OK Bank mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap fundamental bisnis perusahaan, sekaligus memperkuat posisi Akulaku Finance dalam upaya memperluas akses pembiayaan digital yang inklusif.

Perusahaan menyebut pendanaan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan likuiditas serta mendiversifikasi sumber pendanaan dalam jangka menengah. Selain menambah kapasitas pembiayaan, inisiatif tersebut juga mencerminkan komitmen terhadap tata kelola keuangan yang sehat dan kolaboratif bersama institusi perbankan nasional.

Hana Bank dan OK Bank menyambut kerja sama ini sebagai bentuk sinergi antara sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan digital. Direktur Bisnis Hana Bank, Geoffry Nugraha, mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Hana Bank dalam memperkuat inklusi keuangan serta mendorong bisnis ritel UMKM melalui pemanfaatan kanal digital. Ia menyatakan optimistis kerja sama tersebut dapat memperluas jangkauan layanan ke segmen masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Bisnis OK Bank, Vincentia M Djuniwati Wijaya, menyampaikan bahwa fasilitas kredit untuk Akulaku Finance menunjukkan komitmen OK Bank Indonesia dalam menjangkau konsumen ritel nasional. Ia juga menilai fasilitas tersebut mendukung pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumsi yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan portofolio kredit nasional.