BERITA TERKINI
Anak Usaha BUMN Diproyeksikan Ramaikan Pasar IPO 2025

Anak Usaha BUMN Diproyeksikan Ramaikan Pasar IPO 2025

Jakarta — Pasar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2025 diperkirakan tetap ramai. Proyeksi ini didorong oleh kondisi politik yang dinilai sudah stabil serta tren pemangkasan suku bunga yang berlanjut. Sejumlah perusahaan, termasuk BUMN dan anak usaha BUMN, disebut berpotensi meramaikan bursa melalui aksi IPO tahun depan.

Direktur Investment Banking Capital Market PT BRI Danareksa Sekuritas, Kevin Praharyawan, menilai kondisi pasar modal Indonesia pada 2024 cukup dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tensi geopolitik, kondisi makroekonomi, hingga dinamika tahun politik. Menurutnya, situasi tersebut membuat tahun ini bukan waktu yang ideal bagi sebagian pihak untuk menjalankan aksi korporasi.

Dengan katalis positif yang perlahan muncul, Kevin memperkirakan pada 2025 akan ada sejumlah perusahaan berkapitalisasi besar hingga menengah yang mencoba melantai di bursa melalui IPO. Ia juga mencermati bahwa dalam beberapa tahun terakhir terdapat BUMN dan anak perusahaan BUMN yang sempat berupaya masuk ke pasar modal, namun menunda rencana tersebut seiring situasi politik dan ekonomi tahun ini.

Kevin menyebut, dalam pipeline IPO BRI Danareksa Sekuritas saat ini terdapat perusahaan BUMN atau anak usaha BUMN yang tengah mempersiapkan IPO, meski ia belum menyampaikan identitasnya.

Sejumlah nama yang dikabarkan berminat IPO

Di sisi lain, sejumlah BUMN dan anak usaha BUMN juga dikabarkan berminat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), di antaranya:

  • PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
  • PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim)
  • PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PalmCo

PalmCo sebelumnya menyatakan masih menunda rencana IPO. Direktur Utama PTPN III, Abdul Gani, mengatakan penundaan tersebut dilakukan sambil menunggu kebijakan pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Priadi sebelumnya menyampaikan bahwa perseroan terus mempersiapkan IPO dengan meningkatkan kinerja keuangan Pupuk Kaltim.

PHE juga tercatat menunda rencana IPO. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum IPO dilakukan. Ia mengatakan fokus PHE saat ini adalah mendorong eksplorasi dan produksi, serta meningkatkan aksi merger dan akuisisi di luar negeri.

Peran BUMN di pasar modal

Hingga kini, tercatat 14 perusahaan BUMN dan 23 anak perusahaan BUMN sudah melantai di BEI, sehingga total terdapat 37 perusahaan BUMN dan anak usahanya.

Direktur Utama BEI Iman Rachman pernah menyampaikan bahwa dari 20 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam indeks LQ45, terdapat lima perusahaan BUMN dan satu anak perusahaan BUMN. Ia juga menyebut, dari kontribusi nilai transaksi harian sekitar 60% yang berasal dari 20 emiten terbesar tersebut, sekitar 15% di antaranya dikontribusikan oleh lima perusahaan BUMN dan satu anak perusahaan BUMN.

Dengan kontribusi tersebut, Iman berharap ke depan semakin banyak perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia pada tahun-tahun mendatang.