BERITA TERKINI
Analis Nilai Pimpinan Baru OJK Berpengalaman Pasar Modal Bisa Perkuat Kepercayaan Investor

Analis Nilai Pimpinan Baru OJK Berpengalaman Pasar Modal Bisa Perkuat Kepercayaan Investor

Jakarta – Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, menilai terpilihnya jajaran pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membawa sentimen positif bagi pasar modal Indonesia di tengah dinamika global dan domestik.

Menurut Azharys, latar belakang pimpinan OJK yang memiliki pengalaman di bidang pasar modal diharapkan menjadi katalis bagi transformasi struktural sektor keuangan. “Kepemimpinan yang berasal dari pengalaman di pasar modal menjadi sentimen positif bagi market,” ujarnya di Jakarta, 12 Maret 2026.

Ia berharap kepemimpinan OJK saat ini memberi perhatian pada peningkatan investability melalui penguatan tata kelola serta perlindungan investor. Azharys menilai langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan pasar, mendorong penilaian ulang (re-rating) fundamental, dan memosisikan pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi bagi investor asing.

Di sisi lain, DPR telah menyetujui lima anggota Dewan Komisioner OJK yang baru. Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sekaligus Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Friderica, yang akrab disapa Kiki, memiliki rekam jejak panjang di pasar modal. Ia berkarier di Bursa Efek Indonesia sejak 2005 dan sempat menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar pada 2009–2015. Setelah itu, ia menjadi Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016, lalu Direktur Utama KSEI pada 2016–2019. Sebelum bergabung dengan OJK, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.

Sementara itu, posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon diisi oleh Hasan Fawzi. Sebelumnya, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK.

Hasan memulai kariernya di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997–2008. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008–2012, sebelum menjadi Direktur Utama KPEI selama dua periode, yakni 2012–2015 dan 2015–2018. Kariernya berlanjut sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia pada 2018–2022.

Di luar itu, Hasan juga tercatat pernah menjadi Komisaris Utama PT Pefindo Biro Kredit pada 2022–2023, Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT RHB Sekuritas Indonesia pada periode yang sama, serta Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk sejak 2023.

Selain Friderica dan Hasan, DPR juga mengesahkan Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Adapun Dicky Kartikoyono ditetapkan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.