PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berencana memperkuat bisnis digital untuk menopang kinerja keuangan, baik dari sisi penghimpunan tabungan maupun penyaluran pinjaman melalui aplikasi mobile banking. Direktur Keuangan Bank Raya Indonesia Rustarti Suri Pertiwi mengatakan, penguatan lini digital diharapkan menjadi pendorong utama agar neraca keuangan perseroan tumbuh positif.
“Secara keseluruhan, neraca keuangan [Bank Raya] seharusnya bisa tumbuh positif. Penggeraknya nanti dari digital, harapan kami, baik tabungan, pinjaman akan tumbuh lebih tinggi,” ujar Rustarti di Menara BRILiaN, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Pada kuartal II/2025, Bank Raya membukukan laba bersih Rp32,93 miliar, naik 64,5% dibandingkan Rp20,02 miliar pada kuartal II/2024. Total kredit pada periode yang sama tercatat Rp7,28 triliun atau meningkat 7,4%.
Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) itu menyebut pertumbuhan tersebut turut menopang aset Bank Raya menjadi Rp13,34 triliun pada kuartal II/2025, lebih tinggi dibandingkan Rp13,12 triliun pada kuartal II/2024.
Selama kuartal II/2025, Bank Raya menyalurkan kredit digital sebesar Rp13,42 triliun, meningkat 64,8% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, outstanding kredit digital mencapai Rp2,62 triliun dan diklaim tumbuh 79,2%.
Dari sisi kualitas aset, Bank Raya mencatat non-performing loan (NPL) gross sebesar 4,03% per Juni 2025, sedangkan NPL net berada di level 1,5%.
Direktur Utama Bank Raya Indonesia Ida Bagus K. Subagja menjelaskan penguatan bisnis digital dilakukan melalui dua pendekatan, yakni eksploitasi dan eksplorasi. Pada sisi eksploitasi, perseroan memperkuat fundamental dengan melibatkan ekosistem Grup BRI yang berpengalaman menggarap segmen mikro.
Adapun pada sisi eksplorasi, manajemen membangun fundamental di luar ekosistem Grup BRI, antara lain melalui bisnis keagenan atau dana talangan. Bank Raya juga menargetkan masuk ke bisnis merchant dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Selama ini, Bank Raya menjangkau segmen nasabah mikro dan ritel.
“Kami ingin tumbuh berkelanjutan, otomatis kami butuhkan inovasi berkelanjutan,” kata Bagus.
Di pasar saham, harga AGRO pada penutupan perdagangan hari ini berada di level Rp250, naik 4,17% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

