PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan belum memiliki rencana untuk melaksanakan penawaran perdana saham (IPO) anak usaha bank digitalnya, blu by BCA, dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan manajemen BCA di tengah rumor yang sempat beredar di kalangan investor pasar.
Direktur Utama BCA Hendra Lembong mengatakan rencana IPO blu by BCA tidak masuk dalam agenda aksi korporasi perusahaan. “Sementara ini belum ada rencana IPO ke depannya,” ujar Hendra dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025 BCA, seperti dikutip Selasa (21/10).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyampaikan kinerja Bank Digital BCA pada kuartal III 2025 tercatat positif. Menurut Vera, laba bersih BCA Digital tumbuh 89% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp135 miliar, dengan pertumbuhan kredit sebesar 51% (yoy).
Di sisi lain, BCA sebagai induk usaha membukukan pertumbuhan laba bersih 5,7% (yoy) menjadi Rp43,4 triliun pada kuartal III 2025. Pertumbuhan kredit BCA tercatat 7,6% (yoy) menjadi Rp944 triliun pada periode yang sama.
Selain memaparkan kinerja, BCA juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Langkah ini dilakukan untuk mendukung stabilitas harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Periode buyback direncanakan berlangsung mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026, atau maksimal tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi pada 20 Oktober 2025. Pelaksanaan buyback dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

