BERITA TERKINI
BI, OJK, LPS, dan Kemenkeu Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur

BI, OJK, LPS, dan Kemenkeu Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar diskusi di Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2024. Diskusi tersebut mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”.

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarlembaga untuk menjaga stabilitas ekonomi Jawa Timur, sekaligus mengapresiasi peran media dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025 tumbuh 5,33% (year on year/yoy), meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 4,93% (yoy). Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor. Dari sisi penawaran, sektor industri pengolahan, pertanian, serta akomodasi makan dan minum disebut menjadi penggerak utama. Ibrahim juga menyampaikan inflasi per Januari 2026 berada di 3,29% (yoy).

Dari sektor jasa keuangan, Direktur OJK Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran melaporkan kinerja perbankan per Desember 2025. Penyaluran kredit tercatat Rp625,66 triliun dengan pertumbuhan 1,90%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50%. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di level 3,37%.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkeu Jawa Timur Saiful Islam menekankan peran APBN sebagai shock absorber. Ia menyebut belanja negara di Jawa Timur tumbuh kuat, didorong Transfer ke Daerah (TKD) dan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis serta Sekolah Rakyat. Saiful juga menyampaikan realisasi pendapatan dari pajak, kepabeanan, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melampaui target.

Di sisi perlindungan simpanan, Kepala LPS II Jawa Timur Bambang S. Hidayat menyatakan simpanan masyarakat tetap aman. Saat ini, LPS menjamin 99,97% dari total rekening nasabah di bank umum maupun BPR/BPRS di Jawa Timur.

Menutup kegiatan, keempat lembaga menyepakati pentingnya sinergi untuk menghadapi tantangan global. Ekonomi Jawa Timur pada 2026 diprakirakan tetap tumbuh stabil pada kisaran 4,9%–5,7% (yoy), dengan inflasi yang diharapkan terkendali dalam sasaran 2,5±1%.