BERITA TERKINI
Demo Massal Agustus 2025 Tekan Pasar: IHSG Turun, Rupiah Melemah, Harga Emas Naik

Demo Massal Agustus 2025 Tekan Pasar: IHSG Turun, Rupiah Melemah, Harga Emas Naik

Gelombang demonstrasi besar yang berlangsung pada 25 Agustus hingga 1 September 2025 disebut membawa dampak meluas, tidak hanya pada aspek sosial dan politik, tetapi juga pada stabilitas nasional, termasuk perekonomian Indonesia. Sejumlah aksi dilaporkan berujung ricuh dan menimbulkan korban jiwa.

Demonstrasi dipicu antara lain oleh kenaikan gaji dan tunjangan DPR. Sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut tidak tepat di tengah kondisi ekonomi dan upaya efisiensi anggaran. Aksi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai kemudian berkembang dan terjadi kericuhan.

Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan adalah meninggalnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, yang dilaporkan ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Tragedi ini memicu duka dan kemarahan, terutama di kalangan pengemudi ojek online.

Aksi susulan tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Berbagai kelompok—mulai dari pengemudi ojek online, mahasiswa, hingga buruh—turun ke jalan menyuarakan protes terhadap ketidakadilan dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Demonstrasi ini juga mendapat perhatian media internasional, disertai keprihatinan dari sejumlah organisasi hak asasi manusia serta gelombang solidaritas dari berbagai negara.

Di bidang ekonomi, situasi yang dinilai tidak stabil disebut memberi tekanan pada berbagai instrumen. Sektor perdagangan, transportasi, hingga keuangan mengalami tekanan seiring meluasnya aksi.

1. IHSG terkoreksi

Demonstrasi yang meluas dilaporkan menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ketidakpastian situasi politik membuat sebagian investor bersikap defensif dengan melepas saham, sehingga aktivitas jual lebih dominan. Pada pembukaan perdagangan pukul 10.11 WIB, IHSG tercatat turun 156,44 poin atau sekitar 1,97 persen ke level 7.795,64.

2. Rupiah melemah

Gelombang demonstrasi pada Agustus 2025 juga disebut menekan nilai tukar rupiah. Situasi politik yang tidak stabil memunculkan kekhawatiran investor asing dan mendorong meningkatnya aliran modal keluar. Dampaknya, rupiah melemah terhadap dolar AS dan sejumlah mata uang utama lainnya. Pelemahan ini disebut berpengaruh pada perdagangan dan impor, sekaligus menambah tekanan inflasi yang dirasakan masyarakat.

3. Harga emas naik

Di sisi lain, ketidakpastian politik dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi mendorong peralihan ke aset safe haven seperti emas. Kenaikan permintaan disebut membuat harga emas meningkat di pasar global maupun domestik. Harga emas Galeri24 tercatat naik menjadi Rp1,96 juta per gram dari sebelumnya Rp1,94 juta. Emas Antam meningkat menjadi Rp2,06 juta per gram dari Rp2,04 juta, sementara emas UBS naik menjadi Rp1,98 juta per gram dari Rp1,96 juta.