Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura menjajaki kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua melalui audiensi di Kantor Perwakilan BEI Papua, Kota Jayapura. Pertemuan ini dipimpin Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, didampingi jajaran bidang dan staf terkait.
Dalam audiensi tersebut, DPMPTSP menyampaikan dokumen program kolaborasi yang memuat tujuh inisiatif utama yang direncanakan untuk tahun 2026. Program-program itu diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal, serta membuka peluang pembiayaan alternatif bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Jayapura.
Tujuh program yang dibahas mencakup sosialisasi pasar modal berupa edukasi dasar mengenai saham, obligasi, dan reksa dana bagi UMKM, aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Selain itu, ada Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD) berupa pelatihan reguler secara daring dan luring bersama BEI dan sekuritas mitra untuk mendorong lahirnya investor lokal yang berdaya saing.
Program lainnya adalah Klinik Go Public, yakni pendampingan bagi pelaku usaha skala menengah untuk mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana (IPO), termasuk penyusunan peta jalan, kelengkapan legal, dan tata kelola perusahaan. DPMPTSP dan BEI Papua juga merencanakan Papua Investment Forum sebagai ajang temu bisnis antara pelaku usaha, investor, dan otoritas terkait untuk mempertemukan peluang pembiayaan dan pengembangan usaha.
Kolaborasi juga mencakup pengembangan galeri investasi di desa atau kampung melalui penyediaan pusat edukasi pasar modal di sekolah, kampus, atau distrik agar jangkauan informasi meluas hingga ke wilayah pelosok. Di sisi perlindungan masyarakat, disiapkan Kampanye Investasi Aman melalui media sosial, radio, TV lokal, dan komunitas untuk mencegah masyarakat terjebak investasi ilegal.
Program ketujuh adalah Pojok Investasi di layanan publik, berupa penyediaan booth informasi pasar modal di titik-titik pelayanan publik agar masyarakat lebih mudah memperoleh edukasi secara langsung.
Gustaf Griapon menyatakan audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara DPMPTSP dan BEI, sejalan dengan visi menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (12/3/2026).
Melalui pertemuan ini, DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua menyatakan komitmen untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pasar modal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menghadirkan alternatif pembiayaan yang lebih luas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kedua pihak juga berencana menindaklanjuti hasil audiensi dengan penyusunan timeline implementasi program serta pembentukan tim teknis kolaborasi.

