CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 pada Selasa, 2 Februari 2026, dengan tema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation”. Agenda ini membahas arah dan strategi menjaga momentum perekonomian Indonesia di tengah dinamika global, disrupsi teknologi, dan agenda keberlanjutan.
Dalam forum tersebut, Department Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menilai prospek penguatan ekonomi Indonesia tercermin dari kinerja ekonomi pada kuartal IV-2025. Ia menyebut perbaikan juga terlihat pada sejumlah indikator, antara lain penjualan ritel serta keyakinan konsumen yang meningkat signifikan.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026, Dian menekankan perlunya kontribusi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan dan perbankan yang berperan sebagai agen sekaligus katalis pertumbuhan. Menurutnya, fundamental perbankan saat ini masih solid dengan likuiditas yang cukup memadai. Namun, ia menilai tetap dibutuhkan upaya untuk mendorong kinerja sektor riil agar penyaluran kredit dapat meningkat.
Dari sisi pengelolaan dana haji, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menyampaikan peran BPKH dalam mendorong perekonomian melalui investasi. Ia menilai dukungan kebijakan dan regulasi diperlukan guna memperkuat iklim investasi, terutama di tengah ketidakpastian global, termasuk risiko volatilitas nilai tukar.
Pembahasan mengenai tantangan dan prospek sektor keuangan serta perbankan dalam mendukung ekonomi Indonesia disajikan dalam dialog Safrina Nasution bersama Fadlul Imansyah dan Dian Ayu Yustina dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, CNBC Indonesia, Selasa (10/02/2026).

