BERITA TERKINI
EJAVEC, Bank Indonesia, dan Pemprov Jatim Dorong Penguatan Ekonomi Daerah di Tengah Tekanan Global

EJAVEC, Bank Indonesia, dan Pemprov Jatim Dorong Penguatan Ekonomi Daerah di Tengah Tekanan Global

SURABAYA — Perubahan dinamika ekonomi yang dipengaruhi pergerakan pasar, perkembangan teknologi, dan arah kebijakan menjadi perhatian dalam East Java Economic Forum (EJAVEC). Forum ekonomi di Jawa Timur ini menjadi ruang berbagai pihak untuk menyampaikan gagasan dan kajian dalam merespons tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya sekaligus Koordinator Jawa Timur, Soni Harsono, mengatakan antusiasme terhadap EJAVEC meningkat dari tahun ke tahun. Ia menyebut data menunjukkan jumlah peminat yang mengirimkan karya, gagasan, maupun makalah penelitian mengalami tren kenaikan yang signifikan.

Menurut Soni, peningkatan partisipasi tersebut mencerminkan tingginya perhatian masyarakat, kalangan akademisi, hingga praktisi bisnis terhadap isu strategis penguatan ekonomi daerah. “Setiap tahun, minat terhadap EJAVEC terus meningkat. Banyak pihak yang mengirimkan ide, kajian, dan pemikiran strategis. Ini menunjukkan bahwa forum ini semakin dipercaya sebagai wadah kontribusi pemikiran untuk pembangunan ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam rangkaian EJAVEC, kegiatan Jatim Talk juga digelar dan dirangkaikan dengan publikasi Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur oleh Bank Indonesia. Publikasi ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan untuk memahami kondisi ekonomi terkini sekaligus menjadi dasar ilmiah dalam merumuskan kebijakan ke depan.

Diskusi yang menghadirkan narasumber lintas sektor—mulai dari perwakilan kementerian, Bappenas, akademisi, pelaku industri, hingga perbankan—menggarisbawahi bahwa peluang pertumbuhan masih terbuka di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kesimpulan yang mengemuka, daerah yang mampu membaca situasi serta merespons perubahan secara cepat dan tepat dinilai memiliki ruang lebih besar untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat disebut menjadi faktor penentu dalam memperkuat daya saing Jawa Timur. Dengan pendekatan berbasis data, analisis mendalam, dan kemampuan adaptasi, Jawa Timur diyakini dapat terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.