BERITA TERKINI
Erick Thohir: IPO Pertamina Geothermal Energy Jadi Aksi Korporasi Terbesar Kelima di BEI

Erick Thohir: IPO Pertamina Geothermal Energy Jadi Aksi Korporasi Terbesar Kelima di BEI

Jakarta—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada 25 Februari 2023 menjadi aksi korporasi terbesar kelima di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Erick, IPO tersebut menghasilkan dana segar sekitar Rp 9 triliun. PGEO sebelumnya disebut memperoleh dana Rp 9,05 triliun dari hasil penawaran umum perdana itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Senin (20/03/2023).

Alasan IPO dan fokus konsolidasi EBT

Erick menjelaskan, pemerintah mendorong IPO Pertamina Geothermal Energy untuk mengkonsolidasikan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, khususnya panas bumi. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 24 Giga Watt (GW).

Target peningkatan kapasitas terpasang

Setelah IPO, Erick mengatakan pihaknya mendorong pengembangan kapasitas terpasang yang dikelola langsung oleh PGE menjadi 1,2 GW dari sekitar 672 Mega Watt (MW) saat ini.

Saat ini, PGE mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.877 MW. Dari jumlah tersebut, 672 MW dikelola langsung (own operation) dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract).

Rincian kapasitas yang dikelola langsung

Kapasitas PLTP 672 MW yang dikelola langsung PGE berasal dari enam wilayah kerja panas bumi, yaitu:

  • Kamojang, Jawa Barat: 235 MW
  • Karaha, Jawa Barat: 30 MW
  • Lahendong, Sulawesi Utara: 120 MW
  • Ulubelu, Lampung: 220 MW
  • Lumut Balai, Sumatera Selatan: 55 MW
  • Sibayak, Sumatera Utara: 12 MW