Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu setelah upaya pemulihan sebelumnya gagal. Euro kembali bergerak di bawah level 1,1600 dan menyentuh posisi terendah dalam sepekan, dengan harga tercatat di sekitar 1,1586 pada saat laporan ini disusun.
Penguatan Dolar AS berlanjut pada awal sesi Eropa, namun pelaku pasar cenderung berhati-hati. Minimnya rilis data ekonomi utama dari Zona Euro maupun Amerika Serikat membuat perhatian investor tertuju pada agenda pidato pejabat bank sentral yang dijadwalkan berlangsung hari ini, termasuk Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, Wakil Presiden ECB Luis de Guindos, serta sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).
Meski demikian, pasar menilai pernyataan para pejabat tersebut belum tentu memberikan petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter jangka pendek. Investor juga menunggu katalis yang lebih besar, termasuk data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS dan keputusan kebijakan The Fed yang dijadwalkan pekan depan.
Dari sisi sentimen, situasi politik di AS turut menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump pada Selasa menolak permintaan pertemuan dari anggota parlemen Demokrat dan menyatakan tidak akan bertemu hingga pemerintah dibuka kembali. Penutupan pemerintah federal memasuki pekan keempat setelah Senat kembali gagal meloloskan resolusi pendanaan, yang disebut telah terjadi untuk kesebelas kalinya pada Senin.
Di pasar, reli Dolar AS dinilai tetap terbatas oleh harapan pelonggaran kebijakan moneter The Fed serta kekhawatiran dampak penutupan pemerintah yang berkepanjangan terhadap pertumbuhan dan kepercayaan investor. Survei Reuters pada Selasa menunjukkan mayoritas analis memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 28–29 Oktober, disusul pemotongan seperempat poin pada Desember. Namun, 25 dari 33 ekonom dalam survei tersebut menyatakan kekhawatiran bahwa pelonggaran dapat melangkah terlalu jauh dan mendorong suku bunga terminal menjadi sangat rendah pada akhir tahun depan.
Sementara itu, jajak pendapat Reuters yang dirilis Rabu memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 30 Oktober. Lebih dari setengah responden—45 dari 79 ahli—memproyeksikan suku bunga tetap di 2% hingga 2026.
Trump juga menegaskan Partai Republik “tidak akan diperas” oleh Demokrat, yang mengisyaratkan penutupan pemerintah berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan pertumbuhan PDB AS dan melemahkan sentimen terhadap Dolar AS.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar atas perang dagang AS–Tiongkok mereda setelah Trump menyatakan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan pekan depan dan berharap tercapai kesepakatan yang adil. Pernyataan itu disebut turut mengurangi kekhawatiran terkait konflik dagang untuk sementara waktu dan memicu aksi jual tajam pada logam mulia.
Dari perspektif teknikal, EUR/USD tetap berada dalam tren bearish setelah penolakan di area 1,1730 pekan lalu. Pelemahan berlanjut dengan penembusan area support 1,1600. Indikator teknikal masih berada di wilayah negatif, dengan RSI 4-jam mendekati area jenuh jual namun belum mencapainya, sementara MACD tetap berada jauh di bawah garis sinyal.
Dengan kondisi tersebut, peluang pengujian ulang area terendah 9 dan 14 Oktober di sekitar 1,1545 masih terbuka. Jika tekanan berlanjut, area bawah kanal di sekitar 1,1460 dipandang sebagai target berikutnya. Sebaliknya, untuk mengubah fokus ke arah penguatan, EUR/USD perlu rebound melewati area 1,1650. Jika itu terjadi, perhatian pasar dapat kembali mengarah ke 1,1728 dan kemudian 1,1775.

