BERITA TERKINI
EUR/USD Melemah Menjelang Keputusan The Fed dan ECB di Tengah Shutdown Pemerintah AS

EUR/USD Melemah Menjelang Keputusan The Fed dan ECB di Tengah Shutdown Pemerintah AS

Pasangan mata uang EUR/USD menutup pekan dengan pelemahan moderat di area 1,1620. Pergerakan pasar relatif terbatas dalam beberapa hari terakhir, seiring berlanjutnya penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) dan minimnya rilis data makroekonomi.

Pelaku pasar juga cenderung menahan diri menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan pekan depan. Dalam situasi ini, para pembuat kebijakan dinilai belum banyak memberikan sinyal mengenai langkah yang akan diambil.

Di awal pekan, isu perang dagang sempat kembali mencuat, namun kekhawatiran atas potensi eskalasi konflik AS–Tiongkok mereda seiring kemungkinan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan dalam beberapa hari mendatang.

Shutdown pemerintah AS menekan arus informasi data

Kebuntuan anggaran di AS kini menjadi penutupan pemerintah terpanjang kedua dalam sejarah negara tersebut. Pemerintah disebut kehabisan dana sejak 1 Oktober, sementara Kongres belum meloloskan undang-undang pendanaan baru karena perbedaan pandangan antara Demokrat dan Republik di Senat. Dampaknya, ribuan pekerja dirumahkan dan sejumlah layanan terdampak, termasuk pendanaan militer dan dukungan makanan.

Penutupan ini juga membuat banyak data resmi pemerintah tidak dirilis. Namun, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tetap menerbitkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) September pada Jumat.

Data tersebut menunjukkan inflasi tahunan AS naik menjadi 3% pada September dari 2,9% pada Agustus. Secara bulanan, IHK meningkat 0,3% setelah naik 0,4% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, IHK inti bulanan naik 0,2% dan IHK inti tahunan tercatat 3% pada September. Seluruh angka ini berada di bawah ekspektasi, yang mengindikasikan tekanan harga mereda. Meski begitu, hasil tersebut dinilai belum cukup untuk mengubah peluang pemangkasan suku bunga ketika The Fed bertemu pekan depan.

Ketegangan perdagangan bergeser ke Kanada

Selain isu AS–Tiongkok, ketegangan perdagangan juga muncul dengan Kanada. Pada Jumat, Presiden Trump menulis pernyataan di Truth Social yang menuduh Kanada “curang” terkait isu tarif dan iklan yang menampilkan mantan Presiden Ronald Reagan.

Gedung Putih pada Kamis malam melaporkan bahwa AS akan menghentikan seluruh negosiasi perdagangan dengan Kanada setelah pemerintah provinsi Ontario menayangkan iklan yang menampilkan Reagan berbicara negatif tentang tarif. Berita ini disebut tidak berdampak langsung pada dolar AS (USD), namun dapat berpengaruh jika ketegangan berlanjut dan membebani ekonomi maupun keputusan kebijakan The Fed ke depan.

PMI Eropa dan AS menguat, sentimen konsumen AS melemah

Di sisi data pertumbuhan, S&P Global bersama bank-bank lokal merilis estimasi awal Purchasing Managers Index (PMI) Oktober pada Jumat. Dari Eropa, data menurut Hamburg Commercial Bank (HCOB) dinilai positif dan memberi dukungan jangka pendek bagi euro.

PMI Manufaktur Uni Eropa naik ke 50 dari 49,5, sementara output jasa meningkat ke 52,6 dari 51,1 pada September. PMI Gabungan dikonfirmasi di 52,2. Laporan tersebut juga menyebut peningkatan terbesar dalam pesanan baru selama dua setengah tahun mendukung ekspansi aktivitas bisnis Zona Euro pada Oktober. Data Jerman turut membaik, meski PMI Manufaktur masih berada di wilayah kontraksi di 49,6 (dari 49,5).

Di AS, PMI Manufaktur S&P Global naik menjadi 52,2 dari 52, sementara indeks jasa meningkat menjadi 55,2 dari 54,2. PMI Gabungan dikonfirmasi di 54,8. Namun, University of Michigan merevisi Indeks Sentimen Konsumen Oktober menjadi 50,3 dari perkiraan awal 51,2.

Fokus pekan depan: FOMC dan keputusan ECB

Kalender ekonomi diperkirakan ramai meski shutdown AS masih berlangsung. Keyakinan Konsumen CB Oktober dijadwalkan rilis pada Selasa. Agenda utama adalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter setelah rapat dua hari pada Rabu. Pasar mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp).

Secara umum, pemangkasan suku bunga cenderung melemahkan mata uang domestik, meski pasar dinilai sudah lama memperhitungkan skenario tersebut. Pemangkasan 50 bp dapat menambah tekanan pada USD, sedangkan keputusan menahan suku bunga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar. Namun, peluang untuk kedua skenario ekstrem ini disebut terbatas. Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, terutama untuk petunjuk arah kebijakan pada pertemuan Desember.

ECB dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Kamis. Situasi di Eropa digambarkan berbeda: bank sentral disebut secara konsisten menurunkan suku bunga, namun para pembuat kebijakan juga menyatakan nyaman dengan level suku bunga saat ini dan tidak berencana melakukan langkah dalam waktu dekat. Pasar diperkirakan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.

Selain keputusan bank sentral, Jerman akan merilis survei Iklim Bisnis IFO Oktober dan Survei Keyakinan Konsumen GfK November, serta prakiraan awal PDB kuartal III dan prakiraan awal HICP Oktober. Data penjualan ritel Jerman dijadwalkan pada Jumat. Zona Euro juga akan merilis prakiraan awal PDB kuartal III, data HICP Oktober, serta Keyakinan Konsumen Oktober.

Dari AS, data Pesanan Barang Tahan Lama dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) semestinya dirilis, namun dapat tertunda apabila penutupan pemerintah berlanjut.

Gambaran teknikal: EUR/USD masih rapuh

Secara teknikal pada grafik harian, EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1630 dengan nada jangka pendek yang rapuh karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 dan 100 hari, yang bertemu sebagai resistance terdekat di sekitar 1,1660. SMA 20 hari yang berbalik turun sedikit di bawah SMA 100 hari dinilai menandakan memudarnya tekanan kenaikan.

Meski begitu, tren jangka menengah dan panjang disebut masih memiliki kemiringan positif, dengan SMA 200 hari berada sedikit lebih tinggi di 1,1285 sebagai penopang jangka panjang. Indikator momentum 10-periode pulih ke area sedikit positif, namun dinilai belum menunjukkan kelanjutan bullish yang kuat. Sementara itu, RSI naik ke 46,4 tetapi masih di bawah 50, yang mengisyaratkan penjual masih sedikit unggul meski tekanan turun mereda. Penembusan berkelanjutan di atas zona 1,1655–1,1660 disebut diperlukan untuk menghidupkan kembali dorongan naik.

Pada grafik mingguan, SMA 20 minggu yang bullish berada di sekitar 1,1680 dan membatasi sisi atas setelah EUR/USD turun tipis di bawahnya. SMA 100 minggu berada di 1,1010 dan SMA 200 minggu di 1,0836, yang menjaga latar belakang lebih luas tetap positif meski terjadi jeda. Momentum mingguan berbalik ke wilayah negatif, sementara RSI berada di sekitar 56 dan relatif stabil, mengindikasikan konsolidasi dalam kisaran dengan kecenderungan bullish secara keseluruhan. Resistance terdekat berada di area SMA 20 minggu sekitar 1,1679, sedangkan support awal berada di sekitar terendah Oktober di 1,1540.