Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada awal sesi Amerika Serikat (AS) Senin, berbalik arah dari pelemahan awal yang sempat menyentuh 1,1617. Pada saat laporan ini disusun, EUR/USD berada di 1,1639, relatif stabil secara harian dan sekitar 8 pips di atas harga pembukaan.
Perhatian pasar pekan ini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Di tengah minimnya rilis data ekonomi penting, pelaku pasar menunggu sinyal baru dari kedua bank sentral mengenai penilaian mereka terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan berikutnya.
Dolar AS sempat menguat pada pembukaan perdagangan mingguan seiring munculnya harapan meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan Tiongkok menghilangkan ancaman tarif 100% dari Presiden AS Donald Trump setelah pembicaraan antara perwakilan tingkat tinggi di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur. Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini. Bessent menyebut kedua pihak memiliki “kerangka kerja yang sukses” untuk dibahas.
Selain isu perdagangan, pasar juga mencermati perkembangan politik di Prancis. Pemerintah memutuskan menunda pemungutan suara pajak penting yang dapat memengaruhi nasib Perdana Menteri Sébastien Lecornu. Partai Sosialis mengancam akan mengajukan mosi kecaman terhadap pemerintah minoritas apabila rancangan undang-undang anggaran tidak lolos.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed diprakirakan akan memangkas suku bunga, sementara ECB diperkirakan mempertahankan kebijakan. Kedua skenario ini telah lama diantisipasi, sehingga fokus investor diperkirakan akan tertuju pada pernyataan dan panduan kebijakan yang menyertai keputusan tersebut.
Secara teknikal pada grafik 4 jam, EUR/USD bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 20 dan 100, yang mendukung nada jangka pendek meski kecenderungan yang lebih luas masih mengarah melemah. SMA 20 berada di bawah rata-rata yang lebih panjang dan memberikan support dinamis di 1,1617. SMA 100 yang sedikit bearish berada di 1,1632, sementara SMA 200 menurun di 1,1693 dan membatasi pergerakan ke atas. Support terdekat berada di area 1,1632–1,1617, sedangkan resistance awal berada di 1,1693.
Indikator Momentum berbalik positif namun masih di bawah puncak terakhir, mengindikasikan minat beli yang moderat. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di 56,4, di atas level netral 50 tetapi menurun dari puncaknya, mencerminkan konsolidasi yang masih berlangsung. Selama harga bertahan di atas area SMA 100/20, peluang pergerakan mengarah ke SMA 200 tetap terbuka, meski penembusan yang jelas di atas 1,1693 dibutuhkan untuk memperkuat kenaikan. Sebaliknya, penurunan berkelanjutan di bawah 1,1617 berpotensi menghidupkan kembali tekanan jual.
Pada grafik harian, ruang kenaikan dinilai terbatas. SMA 20-hari yang bearish berada di 1,1650 dan bergerak di bawah SMA yang lebih panjang, mengindikasikan kontrol penjual dalam jangka pendek. SMA 100-hari berada di 1,1662 dan memperkuat area resistance, sementara SMA 200-hari yang naik berada di 1,1291 sebagai support dinamis utama dalam jangka lebih panjang.
Indikator Momentum pada grafik harian mengarah naik sedikit di atas garis tengah, tetapi RSI berada di 47,6, menunjukkan keyakinan bullish yang belum kuat. Dengan kondisi tersebut, rebound berpotensi menghadapi tekanan jual saat mendekati SMA 20 dan 100-hari. Penutupan harian yang tegas di atas MA 100-hari dinilai diperlukan untuk meredakan tekanan penurunan dan membuka peluang kenaikan lanjutan. Selama harga masih berada di bawah zona resistance 1,1650–1,1662, risiko tetap condong ke bawah.

