JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa, 14 Oktober, setelah pada penutupan sebelumnya turun 0,37 persen ke level 8.227,20.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pergerakan IHSG pada awal pekan ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal.
Dari sisi eksternal, pelemahan IHSG disebut sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa Asia. Tekanan pasar dipicu rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tambahan tarif 100 persen terhadap China mulai 1 November 2025.
Menurut Nico, kebijakan tarif tambahan tersebut merupakan respons atas kontrol ekspor baru yang diterapkan China terhadap logam tanah jarang. Pasar juga menilai ancaman tarif baru itu berpotensi memanaskan hubungan dagang kedua negara dan meningkatkan ketidakpastian terkait gencatan dagang AS-China.
Sementara dari dalam negeri, Nico mencatat adanya katalis positif terkait arus modal asing. Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk sebesar Rp6,43 triliun pada pekan kedua Oktober 2025, yang dinilai menunjukkan investor asing mulai kembali melakukan akumulasi dan secara bertahap masuk ke pasar saham Indonesia.
Meski demikian, Nico menyebut sentimen perang dagang AS-China masih menjadi faktor utama yang diperkirakan memengaruhi arah IHSG pada perdagangan hari ini. Ia memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran 8.022 hingga 8.288.

