BERITA TERKINI
JK: Pasar Keuangan Jadi Indikator Awal Kondisi Ekonomi dan Rentan Terdampak Krisis

JK: Pasar Keuangan Jadi Indikator Awal Kondisi Ekonomi dan Rentan Terdampak Krisis

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pasar keuangan menjadi indikator pertama untuk mengukur situasi ekonomi sebuah negara. Menurut JK, pasar keuangan memegang posisi penting dalam sistem perekonomian, termasuk di Indonesia.

JK menilai pasar keuangan akan menjadi sektor yang paling awal merasakan dampak ketika terjadi gejolak maupun perbaikan kondisi ekonomi. Ia mengatakan, kekuatan pasar keuangan turut mencerminkan kemajuan suatu negara karena terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika krisis terjadi, keruntuhan pasar keuangan disebutnya sebagai salah satu tanda yang muncul lebih dulu.

“Suatu negara yang maju, tentu juga diukur dari kekuatan financial market, karena di situlah letak pertumbuhan ekonomi itu. Tetapi apabila yang terjadi krisis, maka yang terjadi pertama adalah keruntuhan financial market. Semua itu menandakan bahwa suatu pertumbuhan yang baik akan dinikmati sistem keuangan, tetapi apabila tidak berhati-hati, maka korban pertama adalah instansi lembaga keuangan,” kata JK saat berbicara di hadapan pelaku usaha pasar keuangan dunia di Hotel The Ritz Carlton, Jumat (29/04/16).

Ia menambahkan, kondisi pasar keuangan, nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, dan indeks harga saham merupakan aspek utama yang diperhatikan pelaku ekonomi dunia. Karena itu, JK menyebut negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga sektor-sektor tersebut agar perekonomian berjalan stabil.

JK juga menyinggung pengalaman Indonesia menghadapi krisis besar pada 1998. Menurutnya, selain tekanan krisis di negara-negara Asia, krisis di Indonesia juga dipicu ketidakhati-hatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan sistem keuangan. Ia mencontohkan kebijakan pada 1988 yang mempermudah pendirian bank, sehingga mendorong persaingan tidak sehat dan berdampak besar satu dekade kemudian.

Terkait kondisi terkini, JK mengatakan banyak negara mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai Indonesia sebagai negara berkembang dapat mudah terdampak bila negara-negara maju mengalami krisis, termasuk Amerika Serikat. Karena itu, ia menekankan perlunya koordinasi antarnegara untuk menjaga pasar keuangan bersama-sama agar krisis tidak terulang.