Pasar keuangan global pada Kamis (28/8/2025) menanti rangkaian rilis data ekonomi penting dari kawasan Asia hingga Amerika Utara. Pelaku pasar mencermati indikator pertumbuhan, inflasi, serta sinyal kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang utama seperti dolar AS, euro, yen, dan dolar Australia.
Selain data makro, agenda berupa pidato pejabat bank sentral, notulen rapat, serta lelang obligasi juga menjadi perhatian. Dengan pasar yang sensitif terhadap petunjuk arah suku bunga, volatilitas diperkirakan meningkat sepanjang hari.
Agenda Asia dan Oseania
Pada 00.00 WIB, Amerika Serikat menggelar lelang obligasi tenor 5 tahun dengan hasil imbal hasil 3,724%, lebih rendah dibanding sebelumnya 3,983%. Penurunan imbal hasil ini dinilai dapat menekan dolar AS jika mencerminkan berkurangnya minat investor terhadap obligasi.
Dari Jepang pada 06.50 WIB, data aliran modal menunjukkan pembelian obligasi asing tercatat -167,2 miliar yen, membaik dari -310,9 miliar yen. Berkurangnya arus keluar modal dinilai dapat mendukung yen. Namun, investasi asing di saham Jepang tercatat -496,8 miliar yen, berbalik dari +1,167 triliun yen sebelumnya, yang dapat melemahkan sentimen terhadap yen.
Selandia Baru merilis ANZ Business Confidence pada 08.00 WIB, naik menjadi 49,7 dari 47,8, yang mencerminkan peningkatan optimisme bisnis dan berpotensi mendukung dolar Selandia Baru. Sementara itu, NBNZ Own Activity turun ke 38,7% dari 40,6%, mengindikasikan prospek aktivitas yang melemah dan dinilai sedikit negatif.
Australia pada 08.22 WIB dijadwalkan merilis Private New Capital Expenditure kuartal II yang diperkirakan naik 0,8% setelah sebelumnya turun 0,1%. Perbaikan investasi ini dipandang sebagai sinyal positif bagi dolar Australia. Data Building Capex serta Plant/Machinery Capex juga menjadi indikator tambahan untuk membaca arah pertumbuhan.
Masih dari Jepang, pada 10.35 WIB terdapat lelang obligasi pemerintah tenor 2 tahun. Imbal hasil yang lebih tinggi berpotensi menguatkan yen karena meningkatkan daya tarik aset berdenominasi JPY.
Agenda Eropa
Inggris pada 11.00 WIB diperkirakan mencatat kenaikan Car Registration Juli sebesar 27,5% secara bulanan dan 6,7% secara tahunan. Jika sesuai perkiraan, data ini dapat mencerminkan permintaan domestik yang kuat dan menjadi sentimen positif bagi poundsterling.
Swiss pada 14.00 WIB merilis GDP kuartal II yang tercatat 0,1% secara kuartalan, melambat dari 0,5% sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan 2,0%. Perlambatan ini berpotensi menekan franc Swiss, meski karakter CHF sebagai aset safe haven dapat membatasi pelemahan.
Zona euro pada 15.00 WIB merilis M3 Money Supply yang naik 3,5% (yoy) dari 3,3%, serta Private Sector Loans 2,4% dari 2,2%. Peningkatan likuiditas dan kredit dinilai dapat mendukung aktivitas ekonomi, sekaligus berpotensi menambah tekanan inflasi.
Pada 16.00 WIB, zona euro merilis Business & Consumer Survey yang relatif stagnan di 95,9 (dari 95,8). Consumer Confidence tetap di -15,5, yang mengindikasikan konsumsi masih lemah. Industrial Sentiment turun ke -11,0 dari -10,4, menandakan tekanan di sektor manufaktur, sementara Services Sentiment naik tipis menjadi 4,2 dari 4,1.
Sorotan utama Eropa datang pada 18.30 WIB melalui publikasi notulen rapat Bank Sentral Eropa (ECB). Nada yang lebih hawkish berpotensi mengangkat euro, sedangkan sinyal dovish dapat menekan mata uang tersebut.
Agenda Amerika Utara
Amerika Serikat pada 19.30 WIB merilis sejumlah data kunci, termasuk GDP kuartal II yang diproyeksikan tumbuh 3,0% setelah sebelumnya -0,5%. Real Consumer Spending diperkirakan naik 1,4% dari 0,5%, dan Initial Jobless Claims diperkirakan 231 ribu dari 235 ribu, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap solid. Namun, Core PCE Prices kuartal II diperkirakan turun ke 2,5% dari 3,5%, yang mencerminkan inflasi melandai dan dapat menjadi faktor penekan bagi dolar AS.
Kanada juga merilis Current Account kuartal II pada 19.30 WIB yang tercatat defisit -18,6 miliar dolar Kanada, melebar dari -2,1 miliar sebelumnya, yang dinilai negatif bagi dolar Kanada. Di sisi lain, Average Weekly Earnings Juni tercatat naik 3,31% (yoy), yang dapat mendukung CAD melalui ekspektasi inflasi.
Pada 21.00 WIB, AS merilis Pending Home Sales Juli yang turun 0,3% setelah sebelumnya -0,8%. Data ini menunjukkan sektor properti masih melemah dan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi dolar AS, meski dampaknya dinilai terbatas.
Selanjutnya pada 21.30 WIB, laporan Natural Gas Storage lebih berpengaruh ke pasar energi dibandingkan pergerakan dolar AS. Pada 22.00 WIB, KC Fed Manufacturing Index diperkirakan berada di -3, dan hasil yang lebih lemah dapat menekan dolar.
Menutup agenda, AS menggelar lelang Treasury Bill tenor 4 minggu dengan yield 4,300% dan tenor 8 minggu 4,220% pada 22.30 WIB. Imbal hasil yang tinggi berpotensi mendukung dolar AS karena meningkatkan daya tarik instrumen berdenominasi USD.
Dengan padatnya agenda, perhatian pasar diperkirakan tertuju pada dua titik utama: publikasi notulen ECB pada 18.30 WIB dan paket data AS—terutama GDP kuartal II serta indikator inflasi—pada 19.30 WIB, yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan mata uang dan meningkatkan volatilitas intraday.

