BERITA TERKINI
Kapitalisme Disorot dalam Vonis Tom Lembong, Ini Pengertian, Ciri, serta Dampaknya

Kapitalisme Disorot dalam Vonis Tom Lembong, Ini Pengertian, Ciri, serta Dampaknya

Vonis 4,5 tahun penjara terhadap mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong memantik perdebatan. Ia dinyatakan terbukti bersalah dalam perkara impor gula yang disebut merugikan negara sebesar Rp194 miliar.

Dalam pertimbangannya, Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika menilai bahwa meski Tom Lembong tidak menikmati uang hasil kejahatan, pendekatan kebijakan yang ditempuh selama menjabat menunjukkan keberpihakan pada sistem ekonomi kapitalis yang dinilai mengabaikan prinsip keadilan sosial. Sorotan tersebut membuat istilah “kapitalisme” kembali menjadi pembahasan publik.

Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang banyak menjadi dasar perekonomian di negara-negara maju. Dalam sistem ini, kendali ekonomi didominasi pihak swasta—baik individu maupun perusahaan—dengan tujuan utama memperoleh keuntungan maksimal. Peran pemerintah dalam mengatur pasar cenderung terbatas.

Sejumlah tokoh memberikan definisi yang beragam. Karl Marx memandang kapitalisme sebagai sistem ketika pemilik modal menguasai pasar demi keuntungan pribadi. Adam Smith menilai kapitalisme dapat mendorong kesejahteraan apabila pemerintah tidak ikut campur. Max Weber melihat kapitalisme sebagai sistem pasar yang berorientasi pada keuntungan. Sementara Soekarno menyatakan kapitalisme memisahkan buruh dari alat produksi.

Secara umum, sistem kapitalis memiliki sejumlah ciri utama. Pertama, intervensi pemerintah minim, dengan peran negara lebih sebagai regulator. Kedua, mekanisme pasar bebas menentukan harga melalui permintaan dan penawaran. Ketiga, hak kepemilikan pribadi atas alat produksi dan sumber daya sangat diakui. Keempat, individu memiliki kebebasan membuka usaha sesuai ide dan modal. Kelima, modal berperan penting dalam menentukan posisi pelaku ekonomi. Keenam, orientasi kegiatan ekonomi adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Selain itu, sistem kapitalis juga dinilai memiliki potensi eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Salah satu contoh yang kerap disebut adalah aktivitas PT Freeport di Papua sebelum Indonesia menguasai 51 persen sahamnya.

Sejumlah negara yang dikenal menganut kapitalisme, baik secara murni maupun campuran, antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Dari sisi dampak, kapitalisme kerap dinilai memiliki kelebihan berupa dorongan pada inovasi individu, pertumbuhan ekonomi yang cepat, efisiensi distribusi barang, serta terciptanya persaingan usaha. Namun, sistem ini juga dinilai menimbulkan kesenjangan ekonomi, eksploitasi sumber daya, dominasi pasar oleh konglomerat, serta membentuk mentalitas materialistik.

Dalam praktiknya, contoh kapitalisme kerap dikaitkan dengan perusahaan besar yang mendominasi pasar, seperti Amazon dan Tesla, maupun kasus Freeport sebelum divestasi. Di sisi lain, disebutkan bahwa di Indonesia penerapan sistem ekonomi berlangsung dalam bentuk campuran, di mana peran negara tetap hadir dalam pengaturan ekonomi.