BERITA TERKINI
Ketua DK OJK Terpilih: Pasar Modal Indonesia Diyakini Membaik, Investor Diminta Cermati Fundamental

Ketua DK OJK Terpilih: Pasar Modal Indonesia Diyakini Membaik, Investor Diminta Cermati Fundamental

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia akan semakin membaik. Ia meminta investor, khususnya investor domestik, untuk menempatkan perhatian pada aspek fundamental saat mengambil keputusan investasi.

"Kemudian untuk investor selalu kita sampaikan, untuk investor Indonesia selalu kalau berinvestasi lihat fundamentalnya," kata Friderica di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Friderica menyinggung bahwa pasar modal pernah melewati krisis pada 2008. Menurut dia, keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhan ke depan menjadi faktor penting dalam menilai peluang investasi, meski dinamika global dan geopolitik tetap perlu dicermati.

"Dinamika global apalagi geopolitik dan lain-lain itu adalah hal yang harus kita perhatikan juga, tetapi kalau kita sebagai long term investor mestinya melihat potensi Indonesia ke depan seperti apa, dan kami yakin sangat baik untuk investor retail terutama untuk berinvestasi di Indonesia," tuturnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK terpilih, Hasan Fawzi, menyampaikan pihaknya akan terus mengawal proposal perbaikan pasar modal yang diajukan kepada penyedia indeks global. Hasan mengatakan, upaya tersebut menekankan transparansi dan integritas.

"Tentu kita akan terus fokus untuk mengawal proposal yang kita ajukan kepada para index provider global yang pada intinya adalah mengedepankan transparansi dan menghadirkan integritas," ujarnya.

Hasan menambahkan, OJK berharap pasar modal Indonesia menjadi semakin kredibel di mata investor, termasuk investor global, sekaligus menjadi tempat investasi yang nyaman.

"Sehingga pada akhirnya kita harapkan pasar modal kita menjadi pasar yang betul-betul kredibel di mata seluruh investor termasuk investor global dan menjadi tempat investasi yang nyaman bagi para investor," tambah Hasan.

Sebelumnya, Friderica juga mengungkapkan bahwa reformasi pasar modal Indonesia akan menjadi fokus awal setelah dirinya disahkan. Ia menyebut reformasi integritas pasar modal sebagai prioritas utama dan menyatakan langkah tersebut telah menjadi perhatian bahkan sebelum uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR.

"Reformasi integritas di pasar modal merupakan salah satu prioritas utama kita pada saat ini ketika nanti kita menjabat dan sebetulnya sudah kita lakukan dalam kemarin kami menjadi pejabat sementara," kata Friderica usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan ada delapan prioritas yang disiapkan, mencakup aspek likuiditas pasar, integritas data, hingga perlindungan investor. Friderica juga menyatakan OJK akan melakukan penindakan tegas terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal.

"Kita melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal dan akan ada lagi ya, akan kita lakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan dan kita terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya.

OJK juga membentuk satuan tugas untuk transformasi pasar modal yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pihak terkait lainnya.

Dalam perkembangan lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan lima nama Anggota Dewan Komisioner OJK, termasuk Friderica sebagai Ketua Dewan Komisioner. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR ke-16 Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026 yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani, setelah DPR menerima laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan dari Komisi XI.