Omnicom merilis laporan keuangan kuartal IV yang menjadi laporan perdana sejak akuisisi Interpublic Group (IPG) rampung pada akhir November 2025. Dalam periode tersebut, pendapatan perusahaan tercatat naik hampir 28% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$5,5 miliar, namun Omnicom masih membukukan rugi bersih sebesar US$941,1 juta.
Meski masih merugi, kinerja laba bersih menunjukkan perbaikan dibanding kuartal IV 2024. Rugi bersih turun dari US$1,4 miliar menjadi US$941,1 juta. Kerugian tersebut disebut masih dipengaruhi dampak akuisisi IPG, termasuk biaya restrukturisasi, pesangon, serta beban terkait akuisisi yang tidak dapat dikurangkan secara pajak di sejumlah yurisdiksi.
Dalam langkah efisiensi biaya, Omnicom menutup tiga agensi warisan IPG, yakni DDB, FCB, dan MullenLowe, serta mengurangi setidaknya 4.000 karyawan.
Berdasarkan laporan yang sudah memasukkan satu bulan kontribusi pendapatan dari agensi-agensi eks-Interpublic, segmen media dan iklan menjadi penopang utama dengan porsi 60% dari total pendapatan. Di bawahnya, precision marketing menyumbang 10%.
Omnicom mencatat pertumbuhan segmen media dan iklan sebesar 16% secara YoY. Sebagai pembanding, pada kuartal III 2024 segmen ini tumbuh 8,8% secara organik dibanding 12 bulan sebelumnya.
Segmen precision marketing juga tumbuh 9,1% dan menjadi salah satu fokus Omnicom pasca-akuisisi. Hal itu tercermin dari peluncuran versi terbaru sistem operasi pemasaran Omni pada ajang CES awal tahun ini. Omni kini diperkuat sejumlah aset hasil akuisisi, termasuk Acxiom—perusahaan database marketing yang sebelumnya berada di bawah IPG—yang bergabung ke ekosistem Omni bersama Interact dan Flywheel Commerce Cloud. Dalam penguatan tersebut, Acxiom RealID disebut menjadi fondasi data yang menopang Omni.
Dari sisi wilayah, pasar Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar dengan hampir 52% dari total pendapatan Omnicom. Kontribusi berikutnya datang dari Eropa (17,6%), Asia Pasifik (10,7%), Inggris (9,6%), Amerika Latin (3,7%), Timur Tengah dan Afrika (3,7%), serta wilayah Amerika Utara lainnya (2,8%).
Laporan kali ini tidak memuat angka pendapatan organik. Sebagai perbandingan, pada kuartal III Omnicom melaporkan pertumbuhan pendapatan organik 2,6% secara YoY, sementara IPG mencatat penurunan 2,9% pada periode yang sama.
Philippe Krakowsky, yang sebelumnya menjabat CEO IPG dan kini menjadi co-president sekaligus COO Omnicom, menyatakan dalam paparan kinerja bahwa rincian lebih lanjut terkait pertumbuhan pendapatan 2026 akan disampaikan pada Investor Day pada 12 Maret.

