Desa Pagersari, Temanggung — Keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan rumah tangga karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Namun, mengatur keuangan keluarga bukan hal mudah. Pengelolaan yang kurang baik dapat memicu risiko terganggunya kesejahteraan rumah tangga.
Situasi tersebut kian terasa pada masa pandemi Covid-19. Banyak keluarga mengalami penurunan pendapatan, sementara kebutuhan harian tetap harus dipenuhi. Kondisi ini mendorong keluarga untuk mencari cara agar pengeluaran dan pemasukan tetap seimbang. Karena itu, kemampuan mengatur keuangan dinilai penting bagi keluarga besar maupun kecil untuk menjaga ketahanan dan kesejahteraan.
Edukasi di Dusun Jetis
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2021/2022, Daffa Faqih Saputra dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, menggelar kegiatan edukasi manajemen keuangan rumah tangga di Dusun Jetis, Desa Pagersari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Kamis (4/8/2022).
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu muda yang mengikuti kegiatan posyandu. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan perencanaan keuangan, evaluasi kesehatan keuangan, konsep anggaran, manfaat anggaran, serta cara menyusun anggaran rumah tangga.
Metode diskusi dan leaflet
Edukasi dilakukan dengan pendekatan nonformal untuk mendorong partisipasi aktif peserta melalui diskusi dua arah. Selain pemaparan materi, peserta juga menerima leaflet berisi ringkasan materi sebagai bahan pendukung agar informasi dapat dipelajari kembali setelah kegiatan selesai.
Dalam keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), kegiatan ini disebut berhubungan dengan poin 1 dan 3, yakni tanpa kemiskinan serta kehidupan sehat dan sejahtera.
Harapan program
Manajemen keuangan rumah tangga dipandang dapat menjadi alat untuk mengevaluasi aset serta arus kas pemasukan dan pengeluaran. Melalui program ini, diharapkan masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu muda, semakin memahami cara mengelola keuangan dengan lebih baik, termasuk upaya beralih dari gaya hidup konsumtif menjadi produktif. Program ini juga diharapkan dapat mendorong keluarga menerapkan materi yang diperoleh sebagai bagian dari upaya bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

