BERITA TERKINI
Manuver Investor China di Hilirisasi Nikel Indonesia Jadi Sorotan Saat Harga Nikel Tertekan

Manuver Investor China di Hilirisasi Nikel Indonesia Jadi Sorotan Saat Harga Nikel Tertekan

Tekanan harga nikel yang berlanjut pada 2025 menjadi salah satu faktor yang terus dicermati investor di sektor hilir pertambangan. Kondisi ini terutama mendapat perhatian dari investor asal China, yang dikenal sebagai pemain utama dalam komoditas mineral penting di tingkat global.

Di Indonesia, investor China memegang peranan penting dalam upaya pemerintah mendorong hilirisasi nikel guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Aliran modal dari China masuk ke berbagai proyek besar, mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan smelter pirometalurgi dan hidrometalurgi, hingga fasilitas lanjutan seperti pabrik prekursor, katoda, dan baterai kendaraan listrik.

Penanaman modal China di hilirisasi nikel Indonesia ditaksir mencapai US$40 miliar pada 2024. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyatakan China merupakan investor yang paling berkomitmen untuk merealisasikan agenda penghiliran di Indonesia.

“Kebetulan yang mau setia investasi dari China, [...] daripada PHP terus [oleh investor lain],” ujar Bahlil di sela agenda Energi Mineral Forum 2025 pada akhir Mei.