BERITA TERKINI
Memahami Sikap Hawkish dan Dovish Bank Sentral dalam Perdagangan

Memahami Sikap Hawkish dan Dovish Bank Sentral dalam Perdagangan

Dalam dunia perdagangan dan investasi, istilah hawkish dan dovish kerap digunakan untuk menggambarkan sikap bank sentral terhadap kebijakan moneter. Memahami dua istilah ini dinilai penting karena dapat membantu trader membaca arah kebijakan dan mempertimbangkan langkah investasi yang lebih tepat.

Sikap dovish

Dovish, yang kerap disebut sebagai sikap “merpati”, merujuk pada kecenderungan bank sentral mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah yang umum dilakukan antara lain menurunkan suku bunga, memberikan stimulus, dan meningkatkan likuiditas pasar.

Dalam kondisi dovish, nilai mata uang cenderung melemah, sementara harga saham dan obligasi berpotensi naik. Contoh sikap dovish pernah ditunjukkan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, saat krisis keuangan 2008 dan pada masa pandemi 2020.

Sikap hawkish

Kebalikan dari dovish, hawkish atau sikap “elang” menekankan pengendalian inflasi melalui kebijakan moneter yang lebih ketat. Dalam pendekatan ini, bank sentral biasanya menaikkan suku bunga, mengurangi stimulus, serta mengetatkan likuiditas.

Dampaknya, nilai mata uang cenderung menguat, tetapi harga saham dan obligasi dapat tertekan. The Fed pernah menerapkan kebijakan hawkish ketika inflasi di Amerika Serikat meningkat pada periode 2022–2023.

Bagaimana menyikapi pergerakan pasar

Dalam praktik perdagangan, sikap dovish dari bank sentral kerap dibaca sebagai sinyal untuk mempertimbangkan sell pada mata uang negara tersebut. Sebagai contoh, pasangan EUR/USD disebut berpotensi turun ketika Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan sikap dovish.

Sebaliknya, sikap hawkish dapat menjadi peluang untuk mempertimbangkan buy. Contohnya, USD/JPY cenderung naik saat The Fed mengambil langkah hawkish.

Trader juga disarankan memantau jadwal rapat bank sentral seperti The Fed, ECB, dan Bank Indonesia, serta membaca risalah rapat untuk menangkap sinyal kebijakan. Perubahan sikap pejabat bank sentral, misalnya dari dovish menjadi hawkish, disebut dapat menjadi salah satu penentu arah pasar.