JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto membatalkan agenda kunjungan ke China karena ingin memantau dinamika dalam negeri secara langsung.
Menurut Prasetyo, Prabowo semula dijadwalkan berkunjung ke China dalam waktu dekat atas undangan pemerintahan Presiden Xi Jinping. Namun, Prabowo memutuskan untuk tetap berada di Indonesia agar dapat memimpin langsung dan mencari penyelesaian terbaik di tengah kondisi yang berkembang.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo melalui pesan video yang disiarkan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (30/8/2025).
Prasetyo menambahkan, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan yang hati-hati dan tetap memperhatikan hubungan baik dengan Beijing. Ia menyebut Prabowo telah menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah China karena belum dapat memenuhi undangan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi dan kerusuhan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Aksi itu mencuat setelah publik mengetahui adanya kenaikan tunjangan anggota dewan di tengah ketidakpastian ekonomi, lalu meluas menjadi protes terhadap brutalitas polisi usai pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas ditabrak kendaraan Brimob dalam demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8).
Pada Sabtu malam (30/8), Prabowo juga mengundang pimpinan 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat. Prabowo disebut berdialog dengan para pimpinan ormas Islam mengenai situasi yang berkembang belakangan ini.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan ormas-ormas Islam sepakat dengan pemerintah untuk mengajak masyarakat tetap tenang di tengah gelombang demonstrasi. Ia menyampaikan harapan agar tantangan yang dihadapi dapat diatasi bersama.

