BERITA TERKINI
OJK Lampung Kembali Gelar Gerak Syariah 2026 di Mall Bumi Kedaton

OJK Lampung Kembali Gelar Gerak Syariah 2026 di Mall Bumi Kedaton

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung kembali menggelar Gerak Syariah atau Gebyar Ramadan Keuangan Syariah di Mall Bumi Kedaton, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk menyosialisasikan sekaligus mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, terutama selama bulan Ramadan.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandi, mengatakan Gerak Syariah merupakan agenda tahunan yang tahun ini memasuki pelaksanaan kedua di lokasi yang sama. Ia menyebut kegiatan serupa telah digelar pada 2025 dan kembali dilaksanakan pada 2026.

Menurut Otto, pelaksanaan tahun ini menghadirkan sejumlah program kolaboratif yang membedakan dari tahun sebelumnya. OJK Lampung menggandeng Bank Indonesia serta pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan.

Salah satu program yang diluncurkan sebelum pembukaan resmi adalah EPICS Ecosystem (Pusat Inklusi Keuangan Syariah) di dua pondok pesantren, yakni di Lampung Timur dan Kota Metro. Selain itu, OJK juga menginisiasi program melalui bank sampah dalam skema Epik Study.

Berbagai lomba edukatif turut digelar untuk mengenalkan industri keuangan syariah kepada masyarakat, seperti lomba “Cepat-Cepat Syariah”, lomba video reels Instagram bertema industri keuangan syariah, serta lomba dai cilik dengan tema serupa. Otto menyatakan pendekatan ini dipilih agar edukasi keuangan syariah terasa lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.

Dalam kolaborasi bersama Bank Indonesia, OJK Lampung juga meluncurkan program wakaf produktif yang difokuskan untuk pembangunan sumur bagi petani di wilayah Pekon Kota Waringin. Sumur tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk mengairi sawah, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mendukung fasilitas umum.

Selain itu, OJK menyalurkan wakaf melalui Dompet 24 untuk mendukung panti asuhan dan kegiatan ekonomi kreatif.

Otto memaparkan, tingkat literasi keuangan syariah secara nasional telah mencapai 39 persen. Namun, tingkat inklusi—yakni masyarakat yang benar-benar menggunakan layanan keuangan syariah—masih berada di angka 12 persen. Ia menilai kondisi ini berbeda dengan industri keuangan konvensional, yang tingkat inklusinya lebih tinggi dibanding literasinya.

Otto menjelaskan, salah satu alasan kegiatan digelar di pusat perbelanjaan adalah agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Ia juga menegaskan harapan OJK agar pangsa pasar industri keuangan syariah pada 2026 terus tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, pangsa keuangan syariah secara nasional disebut masih sekitar 11 persen dari total industri keuangan.

Ia menilai Lampung memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan tersebut, antara lain karena jumlah pondok pesantren di provinsi ini disebut terbanyak kedua di Sumatera setelah Aceh. Menurutnya, ekosistem pesantren—yang melibatkan santri, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar—dapat menjadi basis yang kuat untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan syariah.

OJK Lampung menargetkan pangsa keuangan syariah di Provinsi Lampung tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Gerak Syariah dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret di Mall Bumi Kedaton.